Kamis, 4 Juni 2026

Hanya 1 dari 3 di Dunia! Gumuk Barchan Parangtritis yang Langka dengan Lanskap Unik, Aktivitas Wisata, dan Proses Alami

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Jumat, 9 Januari 2026 | 06:00 WIB
Gumuk Barchan di Parangtritis, Yogyakarta. (bantulkab.go.id)
Gumuk Barchan di Parangtritis, Yogyakarta. (bantulkab.go.id)

SketsaNusantara.id - Gumuk Barchan menjadi salah satu objek wisata alam yang berada di kawasan Pantai Parangtritis dan Pantai Depok.

Kawasan ini dikenal memiliki bentang alam berbeda dibanding wilayah pantai lain di Yogyakarta.

Gumuk pasir tersebut sering menarik perhatian wisatawan karena bentuknya yang tidak lazim.

Baca Juga: Menyelamatkan Kota Seribu Gumuk, Geolog Asal Jember Tekankan Pentingnya Narasi untuk Menjaga Keberadaan Gumuk

Dilansir SketsaNusantara.id dari Jogjaprov.go.id, keberadaan Gumuk Barchan tergolong langka dalam skala global. Di dunia, gumuk dengan karakter serupa hanya ditemukan di tiga lokasi.

Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki fenomena alam tersebut, tepatnya di pesisir selatan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Gumuk Barchan terbentuk melalui proses alam yang berlangsung dalam waktu panjang. Proses tersebut terjadi secara berulang dan melibatkan banyak unsur lingkungan sekitar.

Baca Juga: 5 Fakta Situs Gumuk Gong atau Watu Gong Jember: Jejak Perdaban Kuno Nusantara hingga Disebut Prasasti Tertua di Jawa Timur

Pasir lembut yang membentuk gumuk berasal dari material vulkanik Gunung Merapi.

Material pasir tersebut terbawa aliran sungai yang berhulu di kawasan Merapi. Aliran air mengangkut pasir menuju wilayah hilir dan sebagian besar bermuara ke laut selatan. Pasir kemudian mengendap di kawasan pesisir Parangtritis dan Depok.

Meski jumlah pasir cukup besar, material tersebut tidak sepenuhnya terbawa ke laut lepas. Ombak laut selatan yang datang terus menerus menahan pasir di wilayah pantai. Kondisi tersebut memicu penumpukan pasir secara bertahap hingga membentuk gumuk.

Gumuk Barchan memiliki lanskap menyerupai padang pasir alami. Hamparan pasir tampak luas dengan vegetasi yang tumbuh terbatas. Kondisi tersebut terjadi karena pengelolaan kawasan yang mempertahankan karakter alamiah gumuk pasir.

Kawasan ini kemudian dikembangkan sebagai destinasi wisata alam. Pengunjung dapat mendatangi area Taman Gumuk Pasir sebagai lokasi kunjungan wisata. Berbagai aktivitas dapat dilakukan, mulai dari menikmati lanskap hingga memanfaatkan fasilitas yang tersedia.

Salah satu aktivitas yang tersedia adalah sandboard. Aktivitas ini memungkinkan pengunjung meluncur di atas pasir menggunakan papan khusus. Peralatan sandboard disediakan oleh pengelola dan dapat disewa langsung di lokasi.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: jogjaprov.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X