Selain sandboard, pengunjung juga dapat menikmati pemandangan dari ketinggian. Tersedia area Padang Ilalang yang dilengkapi menara pandang. Dari titik tersebut, bentang gumuk pasir dapat terlihat lebih luas.
Gumuk Barchan juga menjadi lokasi favorit untuk kegiatan fotografi. Lanskap pasir, garis gumuk, serta cahaya matahari menciptakan suasana visual yang khas. Banyak pengunjung memanfaatkan kawasan ini untuk dokumentasi wisata.
Waktu kunjungan menjadi hal penting yang perlu diperhatikan. Kondisi kawasan gumuk cenderung terik pada siang hari. Waktu pagi dan sore dinilai lebih sesuai untuk berkunjung karena suhu lebih bersahabat.
Pengunjung juga disarankan menyiapkan uang tunai pecahan kecil. Akses masuk ke kawasan gumuk sudah termasuk dalam retribusi Pantai Parangtritis. Namun, biaya parkir dan fasilitas tambahan memerlukan pembayaran terpisah.
Gumuk Barchan Parangtritis kini tidak hanya menjadi fenomena alam langka. Kawasan ini juga berfungsi sebagai ruang wisata edukatif. Keberadaannya menunjukkan hubungan antara proses alam dan pemanfaatan wisata berkelanjutan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Kampung Wisata Patangpuluhan di Yogyakarta, Kawasan Seni Budaya di Tepi Kali Winongo dengan Jejak Sejarah Kraton
Berawal dari Lorong Sempit, Kampung Suryatmajan di Timur Malioboro Kini Jadi Kampung Wisata Kreatif dan Sentra UMKM Warga
Waduh! Aksi Curanmor Nyaris Terjadi di Lokasi Wisata Pantai Papuma Jember, Terduga Pelaku Berhasil Diamankan Polisi Setelah Jadi Sasaran Amukan Massa
Integrasi Tiket Masuk Dua Wisata, Watu Ulo-Papuma Jember Dipastikan Permanen
Warganet Curiga Ada Pungli di Pantai Bandealit, Video Pengunjung Pertanyakan soal Kenaikan HTM dengan Pria di Lokasi Wisata Ramai Jadi Sorotan