SketsaNusantara.id - Desa Wisata Wukirsari di Kabupaten Bantul sempat mencuri perhatian dunia. Pasalnya, desa ini mendapat pengakuan internasional dari UNWTO pada 2024.
Penghargaan tersebut diumumkan pada 14 November 2024. Lokasi pengumuman berlangsung di Cartagena de Indias, Kolombia.
Wukirsari masuk dalam daftar 55 Desa Wisata Terbaik Dunia. Penilaian dilakukan oleh Organisasi Pariwisata Dunia PBB.
Dilansir SketsaNusantara.id dari Jogjaprov.go.id, desa ini berada di Kecamatan Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jaraknya sekitar 17 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta.
Akses menuju Wukirsari terbilang mudah. Waktu tempuh berkisar 30 hingga 40 menit dari pusat kota.
Wukirsari dikenal sebagai desa yang menjaga seni dan budaya Jawa. Tradisi diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat.
Baca Juga: Libur Panjang Isra Mi’raj, BPBD Jember Perketat Pengamanan di Destinasi Wisata
Desa ini menjadi rumah bagi perajin batik tulis klasik. Sentra Batik Giriloyo menjadi ikon utama kawasan tersebut.
Wisatawan dapat menyaksikan proses membatik secara langsung. Pengunjung juga bisa mengikuti pelatihan singkat membatik.
Selain batik, Wukirsari dikenal dengan kerajinan wayang kulit. Tradisi tatah sungging masih aktif dilakukan para perajin.
Proses pembuatan wayang dapat disaksikan dari awal. Tahapan dimulai dari pengolahan kulit hingga pewarnaan.
Nilai sejarah Wukirsari juga kuat. Desa ini berada dekat dengan kompleks Makam Raja-Raja Mataram Imogiri.
Kompleks makam tersebut menjadi tujuan wisata ziarah. Banyak peziarah datang dari berbagai daerah di Indonesia.
Artikel Terkait
Kampung Wisata Tamansari Jogja, Warisan Sejarah Kraton yang Tumbuh Menjadi Destinasi Budaya dan Kampung Cyber
Mengenal Kampung Wisata Pandeyan Jogja, Kampung Pande Gamelan yang Hidupkan Wayang Kulit dan Tradisi Bakdo Kupat
Hanya 1 dari 3 di Dunia! Gumuk Barchan Parangtritis yang Langka dengan Lanskap Unik, Aktivitas Wisata, dan Proses Alami
Uniknya Kampung Wisata Gunungketur Pakualaman Yogyakarta, Jejak Budaya Hidup di Sekitar Puro yang Ramai Dikunjungi Wisatawan di Hari Besar
Selain Jejak Shaggydog hingga Budaya Arab, Kampung Wisata Sayidan Yogyakarta Tawarkan Pengalaman Blusukan Sungai