Selain wisata alam, Srimulyo mempertahankan tradisi budaya lokal. Berbagai kegiatan budaya masih rutin digelar oleh masyarakat.
Kupatan Jolosutro menjadi tradisi tahunan yang melibatkan warga. Kegiatan ini sarat nilai kebersamaan dan gotong royong.
Kesenian Jathilan dan Emprak masih dipentaskan. Pertunjukan ini menjadi bagian dari atraksi budaya desa.
Srimulyo juga menghadirkan Gejog Lesung dan Macapat. Kesenian tersebut memperkaya pengalaman wisata berbasis budaya.
Dari sisi fasilitas, desa ini menyediakan area parkir luas. Tersedia pula balai pertemuan dan kafe bagi pengunjung.
Spot foto, taman, dan area outbound disiapkan untuk wisata keluarga. Fasilitas umum seperti musholla dan kamar mandi tersedia.
Pada 2021, Srimulyo diresmikan sebagai “Smart Village”. Peresmian tersebut dilakukan oleh Menteri Desa, Abdul Halim Iskandar.
Pengelolaan destinasi dilakukan oleh BUMDes setempat. Saat ini tercatat 19 destinasi wisata alam aktif dikelola.
Pada 2024, Srimulyo dicanangkan sebagai “Desa Cantik” oleh BPS Bantul. Program ini menekankan pembangunan berbasis data.
Pengembangan tersebut memperkuat posisi Srimulyo sebagai desa wisata berkelanjutan. Integrasi alam, budaya, dan tata kelola terus dijalankan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Dekat Malioboro, Kampung Suryatmajan Yogyakarta Disulap Jadi Kampung Wisata Lewat Mural, UMKM, dan Olahan Jamur
Ada Wisata Air dan Seni Tradisi, Kampung Wisata Kricak di Utara Kota Yogyakarta Jadi Destinasi Alternatif
Tradisi Perak di Jantung Yogyakarta, Inilah Pesona Kampung Wisata Purbayan Kotagede dengan Sejarah Mataram Islam
Kampung Wisata Dipowinatan Jogja: Pintu Masuk Urban Tourism dengan Atraksi Sosial Budaya dan Paket Blusukan Ramayana
Kampung Wisata Tamansari Jogja, Warisan Sejarah Kraton yang Tumbuh Menjadi Destinasi Budaya dan Kampung Cyber