Kamis, 4 Juni 2026

Khas Yogyakarta, Makanan Tradisional Kotagede Peninggalan Abad ke-17 ini Terus Dilestarikan

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Kamis, 15 Januari 2026 | 05:30 WIB
Legomoro, kudapan tradisional Yogyakarta. (Instagram/omah.ohana)
Legomoro, kudapan tradisional Yogyakarta. (Instagram/omah.ohana)

Bahan utama legomoro umumnya berupa beras ketan dengan isian tertentu. Ketan dimasak hingga pulen sebelum dibungkus daun pisang.

Setelah itu, bungkusan diikat rapat agar bentuknya tetap terjaga.

Teknik pengikatan menjadi ciri khas yang membedakan legomoro dari lemper. Ikatan rafia atau janur berfungsi memperkuat struktur bungkusan.

Hasilnya, legomoro terlihat lebih padat dan rapi saat disajikan.

Dalam perkembangan waktu, legomoro tetap dipertahankan sebagai bagian tradisi.

Masyarakat Kotagede masih mengenal dan memproduksi kudapan ini. Keberlanjutannya menunjukkan kuatnya peran kuliner dalam menjaga memori sejarah lokal.

Legomoro juga sering dijumpai dalam acara budaya dan tradisi setempat. Kehadirannya menandai kesinambungan antara masa lalu dan masa kini.

Nilai sejarah yang melekat menjadikannya lebih dari sekadar makanan ringan.

Sebagai warisan kuliner abad ke-17, legomoro mencerminkan kekayaan budaya Jawa.

Kudapan ini menjadi bukti bahwa makanan tradisional memiliki peran penting. Hingga kini, legomoro tetap dikenang sebagai simbol keramahan masyarakat Kotagede.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: jogjaprov.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X