Saat ini, Roti Kembang Waru dapat ditemukan di sejumlah sudut Kotagede. Produksinya dilakukan oleh pengrajin lokal. Penjualannya menyasar warga dan wisatawan.
Kue ini juga menjadi oleh-oleh khas dari Kotagede. Banyak pengunjung membawanya sebagai buah tangan. Hal tersebut turut mendukung keberlanjutan produksinya.
Pelestarian Roti Kembang Waru tidak terlepas dari peran masyarakat setempat. Produksi dilakukan secara konsisten meski permintaan berubah. Nilai tradisi tetap dijaga dalam setiap proses.
Keberadaan Roti Kembang Waru menunjukkan kesinambungan budaya kuliner. Jajanan ini menjadi bukti hidup sejarah Kotagede. Tradisi lama tetap hadir di tengah kehidupan modern.
Melalui Roti Kembang Waru, sejarah Mataram Islam masih dapat dikenali. Kue ini menjadi penghubung antara masa lalu dan masa kini. Kotagede mempertahankan warisan tersebut hingga sekarang.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
7 Kuliner Khas Banyuwangi yang Lezat Menggoda, Ikon Pariwisata di Bumi Blambangan yang Tidak Boleh Terlewatkan
7 Kuliner Kalimantan Tengah yang Menggugah Selera, Olahan Ikan hingga Sayur dari Batang Pohon Talas, Warisan Rasa dari Alam Borneo
Soto Sampah Jogja, Kuliner Unik yang Namanya Aneh tapi Rasanya Juara Sejak 1970-an
3 Fakta Menarik di Balik Lezatnya Sate Padang, Asal-Usul Kuliner hingga Bumbu Rahasia Asli dari Minangkabau
Asal-Usul Kerak Telor, Kuliner Khas Betawi yang Ditemukan Secara Tidak Sengaja, Makanan Favorit Para Elit di Tahun 1970-an