SketsaNusantara.id - Ayam bakar menjadi salah satu hidangan favorit masyarakat Indonesia. Makanan ini mudah ditemukan di berbagai daerah. Setiap wilayah memiliki ciri khas rasa dan teknik pengolahan.
Di Daerah Istimewa Yogyakarta, ayam bakar hadir dengan beragam variasi. Salah satu yang dikenal adalah Ayam Bakar Artomoro. Kuliner ini berada di kawasan Sleman, Yogyakarta.
Lokasi Ayam Bakar Artomoro berada di Jalan Palagan Tentara Pelajar Km 7,8. Jaraknya sekitar enam kilometer dari Tugu Jogja. Waktu tempuhnya sekitar 20 menit perjalanan.
Baca Juga: Jejak Sejarah Kuliner 'Miskin' di Yogyakarta yang Kini Jadi Favorit Semua Kalangan
Ayam Bakar Artomoro menawarkan konsep berbeda dibanding ayam bakar pada umumnya. Ayam dimasak terlebih dahulu dengan bumbu pedas. Proses ini dilakukan sebelum tahap pembakaran.
Selain menu ayam bakar pedas, tersedia juga ayam bakar manis. Pengunjung dapat memilih menu pendamping. Beberapa di antaranya sayur asam, petai, tahu, dan tempe.
Menu tambahan juga tersedia bagi pecinta jeroan. Ati ampela dan kepala ayam bakar dapat dipesan. Sayur asam menjadi pelengkap yang cukup menyegarkan.
Setiap harinya, Ayam Bakar Artomoro menyiapkan ratusan potong ayam. Jumlahnya berkisar antara 200 hingga 300 potong. Ketersediaan ini disiapkan untuk memenuhi permintaan pengunjung.
Pilihan minuman juga disediakan untuk melengkapi santapan. Kopi klothok menjadi salah satu menu andalan. Selain itu tersedia es timun keruk.
Jam operasional Ayam Bakar Artomoro dimulai pukul 10.00 WIB. Tempat makan ini tutup pada pukul 21.00 WIB. Waktu tersebut cocok untuk makan siang hingga malam.
Proses memasak ayam bakar di tempat ini memerlukan waktu panjang. Seluruh tahapan memasak bisa mencapai lima jam. Proses tersebut dilakukan secara bertahap.
Ayam yang digunakan adalah ayam kampung. Ayam dimasak dengan api kecil. Bumbu yang digunakan terdiri dari bawang putih, bawang merah, cabai, dan serai.
Santan ditambahkan untuk menghasilkan rasa gurih. Tahap pertama dilakukan dengan merebus ayam bersama bumbu. Air rebusan dimasak hingga menyisakan ayam dan endapan bumbu.
Artikel Terkait
7 Kuliner Khas Banyuwangi yang Lezat Menggoda, Ikon Pariwisata di Bumi Blambangan yang Tidak Boleh Terlewatkan
7 Kuliner Kalimantan Tengah yang Menggugah Selera, Olahan Ikan hingga Sayur dari Batang Pohon Talas, Warisan Rasa dari Alam Borneo
Soto Sampah Jogja, Kuliner Unik yang Namanya Aneh tapi Rasanya Juara Sejak 1970-an
3 Fakta Menarik di Balik Lezatnya Sate Padang, Asal-Usul Kuliner hingga Bumbu Rahasia Asli dari Minangkabau
Asal-Usul Kerak Telor, Kuliner Khas Betawi yang Ditemukan Secara Tidak Sengaja, Makanan Favorit Para Elit di Tahun 1970-an