Di bidang kerajinan, warga memproduksi berbagai pernak-pernik. Bahan yang digunakan antara lain manik-manik dan barang bekas. Produk tersebut memiliki nilai guna dan nilai jual.
Penguatan pemasaran dilakukan melalui kolaborasi dengan mahasiswa. Mahasiswa dari Universitas Amikom Yogyakarta mendampingi warga. Pendampingan mencakup pembuatan akun Tiktok Shop.
Platform digital tersebut digunakan untuk mendukung kegiatan jual beli. Pemasaran produk tidak hanya bergantung pada kunjungan langsung. Jangkauan pasar menjadi lebih luas.
Seiring perkembangannya, Kampung Wisata Suryatmajan menarik perhatian berbagai pihak. Kampung ini menjadi tujuan studi banding. Kelompok dan individu datang untuk mencari inspirasi pengembangan kampung.
Perhatian tersebut mencerminkan keterlibatan aktif masyarakat. Kerja sama antarwarga menjadi faktor penting dalam pembangunan kampung. Setiap tahapan dijalankan secara kolektif.
Kampung Suryatmajan kini dikenal sebagai kawasan wisata berbasis komunitas. Lingkungan permukiman diolah menjadi ruang produktif. Aktivitas wisata berjalan berdampingan dengan kehidupan warga.
Pengembangan kampung wisata ini terus berjalan. Program pemberdayaan masyarakat masih dilakukan secara berkelanjutan. Kampung Suryatmajan menjadi bagian dari dinamika pariwisata Kota Yogyakarta.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
5 Janji Manis Ridwan Kamil bagi Warga Jakarta dari Mobil Curhat untuk Konseling hingga Kampung Wisata Seharga Rp300 Ribu
5 Spot Wisata Sejarah di Jember, Ada Stasiun Peninggalan Belanda hingga Kampung Wisata
Jejak Prajurit Legendaris Kraton Yogyakarta yang Tak Terkalahkan dan Kini Jadi Nama Kampung Wisata, Punya Senjata Khas Trisula dan Klebet Hitam
Mengungkap Kampung Wisata Tahunan di Yogyakarta, Sentra Batik-Jumputan dan Karawitan Klasik yang Terhubung dengan Tokoh Besar dan Penelitian NASA
Alasan Kampung Wisata Prenggan Kotagede Punya 2 Versi Nama, dari Pangeran Mataram hingga Jejak Ahli Hias Keraton