Kamis, 4 Juni 2026

Berawal dari Lorong Sempit, Kampung Suryatmajan di Timur Malioboro Kini Jadi Kampung Wisata Kreatif dan Sentra UMKM Warga

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Kamis, 1 Januari 2026 | 21:30 WIB
Ilustrasi kampung wisata di Yogyakarta. (Pexels/nhy )
Ilustrasi kampung wisata di Yogyakarta. (Pexels/nhy )

SketsaNusantara.id - Kampung Suryatmajan berada di kawasan timur Malioboro, Kota Yogyakarta. Lokasinya berdekatan dengan pusat wisata utama kota. Wilayah ini dikenal sebagai kawasan permukiman dengan lorong-lorong sempit yang saling terhubung.

Kedekatan dengan Malioboro memunculkan gagasan pengembangan wisata berbasis kampung. Pemerintah dan warga melihat potensi yang dapat digali dari lingkungan sekitar. Ide tersebut muncul sejak tahun 2020.

Rencana awal menjadikan Suryatmajan sebagai kampung wisata sempat tertunda. Pandemi Covid-19 memaksa seluruh persiapan dihentikan sementara. Aktivitas warga saat itu lebih difokuskan pada penanganan dampak pandemi.

Baca Juga: Pesona Kampung Wisata Sosromenduran Yogyakarta, Kampung Multikultur Strategis dengan Atraksi Seni dan Tradisi Apeman

Memasuki akhir 2022, kondisi mulai membaik. Rencana pengembangan kampung wisata kembali dijalankan. Warga bersama-sama melakukan penataan lingkungan kampung.

Proses pengerjaan dilakukan dalam waktu singkat. Selama 3 hingga 22 November 2022, lorong-lorong kampung dipercantik. Waktu pengerjaan kurang dari 20 hari.

Sekitar 800 liter cat digunakan dalam proses tersebut. Puluhan warna dipilih untuk memperindah dinding kampung. Warga menuangkan kreativitasnya melalui mural di sepanjang lorong.

Baca Juga: 13 Daya Tarik Kampung Wisata Niti Gedongkiwo, Kampung Budaya Yogyakarta dengan Seni Tradisi dan Kerajinan Warga

Lukisan yang dihasilkan beragam bentuk dan tema. Mural tersebut menjadi daya tarik visual bagi pengunjung. Lorong-lorong kampung berubah menjadi ruang foto yang menarik.

Dilansir dari Jogjakota.go.id, Kampung Suryatmajan resmi diresmikan pada Maret 2023. Kampung ini ditetapkan sebagai Kampung Wisata binaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Status tersebut memperkuat arah pengembangan kawasan.

Sejak penetapan itu, berbagai kegiatan penguatan masyarakat dilakukan. Pelatihan rutin diberikan kepada kelompok usaha warga. Tujuannya untuk menggali potensi ekonomi lokal.

Beragam UMKM mulai berkembang di kawasan kampung wisata ini. Usaha kuliner dan kerajinan menjadi sektor yang menonjol. Produk-produk warga dipasarkan kepada pengunjung kampung.

Pengembangan pangan lokal juga dilakukan oleh kelompok Surya Tani. Kelompok ini membudidayakan jamur secara mandiri. Hasil panen diolah menjadi berbagai produk makanan.

Olahan jamur tersebut meliputi sate jamur dan bakpia jamur. Ada juga pepes jamur, jamur krispi, dan bakso jamur. Produk ini menjadi bagian dari sajian khas kampung.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Jogjakota.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X