Kamis, 4 Juni 2026

Mengapa Aceh Darussalam Mengalami Kemunduran? Fakta Sejarah yang Terungkap dari Konflik Internal hingga Campur Tangan Bangsa Eropa

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Senin, 17 November 2025 | 21:30 WIB
Illustrasi fakta sejarah kemunduran Kerajaan Aceh Darussalam. (Pexels/Danang Yordi)
Illustrasi fakta sejarah kemunduran Kerajaan Aceh Darussalam. (Pexels/Danang Yordi)

Sesudah Sultanah Tajul Alam wafat pada 1675, tahtanya digantikan Sultanah Nurul Alam Nakiyatuddin. Kepemimpinan itu berlangsung singkat dan belum mampu memulihkan keadaan kerajaan.

Setelah itu, jabatan sultan diserahkan kepada putrinya, Raja Sertia. Namun persoalan yang melanda Aceh terus berlangsung. Baru pada masa perlawanannya terhadap kompeni, sosok seperti Habib Abdurrahman, Teuku Umar, Cik Di Tiro, dan Panglima Polim kembali mengangkat nama Aceh dalam sejarah.

Catatan sejarah menempatkan dua faktor utama penyebab melemahnya Aceh. Pertama, faktor internal berupa lemahnya kepemimpinan setelah masa Sultan Iskandar Muda.

Kondisi tersebut membuat sejumlah wilayah memilih berdiri sendiri. Kedua, meningkatnya pengaruh kaum kapitalis yang mengabaikan kondisi ekonomi kerajaan. Tekanan eksternal juga mempengaruhi keadaan Aceh.

Campur tangan bangsa asing berlangsung semakin kuat setelah kegagalan Aceh merebut Malaka pada masa akhir pemerintahan Iskandar Muda. Sejak itu intervensi luar terus berlanjut hingga kerajaan meminta perlindungan kepada kompeni.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Kerajaan Islam Nusantara Abad XVI dan XVII (1995)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X