Minggu, 19 Juli 2026

Unik! Pemuda Asal Kediri Lestarikan Seni Tari Tradisional Bersama Remaja yang Gemar Dengan Tarian Klasik Indonesia

Photo Author
Iin Iffahnda Maharani, Sketsa Nusantara
- Minggu, 16 November 2025 | 21:00 WIB
Pemuda dari Kediri lestarikan kesenian tari tradisional di sanggar Abhipraya Nuswantara bersama para pecinta tari klasik. (SketsaNusantara.id/Geofani Erje Andika )
Pemuda dari Kediri lestarikan kesenian tari tradisional di sanggar Abhipraya Nuswantara bersama para pecinta tari klasik. (SketsaNusantara.id/Geofani Erje Andika )

Melalui Serat Centhini, yaitu kitab yang ditulis ketika pemerintahan Pakubuwana IV (1788-1820) dan Pakubuwana V (1820-1823) menyebut seni tari Gambyong sebagai tari Tledhek.

Tari Gambyong kemudian digarap ulang oleh penata tari pada masa pemerintahan Pakubuwana IX (1861-1893) oleh K.R.M.T. Wreksadiningrat agar pantas dipertunjukkan di hadapan para bangsawan atau priyayi.

Tarian rakyat tersebut kini menjadi warisan budaya yang hidup di sanggar Abhipraya Nuswantara yang beralamat di Dsn. Katang, Ds. Sukorejo, Kec. Ngasem, Kediri, Jawa Timur.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X