Kamis, 4 Juni 2026

Unik! Pemuda Asal Kediri Lestarikan Seni Tari Tradisional Bersama Remaja yang Gemar Dengan Tarian Klasik Indonesia

Photo Author
Iin Iffahnda Maharani, Sketsa Nusantara
- Minggu, 16 November 2025 | 21:00 WIB
Pemuda dari Kediri lestarikan kesenian tari tradisional di sanggar Abhipraya Nuswantara bersama para pecinta tari klasik. (SketsaNusantara.id/Geofani Erje Andika )
Pemuda dari Kediri lestarikan kesenian tari tradisional di sanggar Abhipraya Nuswantara bersama para pecinta tari klasik. (SketsaNusantara.id/Geofani Erje Andika )

SketsaNusantara.id - Kesenian tradisional seperti seni tari merupakan salah satu kekayaan budaya yang masih melekat di tiap daerah termasuk di kabupaten Kediri.

Pelestarian tari klasik di era ini tetap eksis di kalangan pemuda, meski turut diwarnai oleh kreasi tari modern yang hadir mengiringi kesenian tradisional daerah di Indonesia.

Warna-warni tersebut membawa keragaman yang terus beriringan di tengah masyarakat. Namun, kehadiran tari klasik hingga kini tetap dibudayakan oleh pencinta seni tari, seperti yang dilakukan oleh pemuda asal Kediri.

Baca Juga: 4 Keistimewaan Tari Perang Khas Papua, Kesenian Penuh Energi dari Bumi Cendrawasih, Mengobarkan Semangat Kemenangan di Medan Perang

Tari tradisional tersebut bernama ‘Gambyong Mari Kangen’ yang merupakan salah satu jenis seni tari Gambyong yang berasal dari Tulungagung dan turut dibudayakan di wilayah Kediri.

“Tari Gambyong Mari Kangen asalnya ya dari Tulungagung awalnya, bukan asli Kediri,” tutur Geofani Erje Andika kepada SketsaNusantara.id.

Menurut Geofani pada Sabtu, 15 November 2025, sejumlah 20 anggota sanggar Abhipraya Nuswantara telah bergabung untuk mempelajari warisan budaya dan kini masih dilestarikan di sanggar tarinya.

Baca Juga: 6 Kesenian Tari Tradisional dari Kalimantan Timur, Warisan Budaya Khas Suku Dayak hingga Perpaduan Budaya Melayu

Akan tetapi, dalam praktik tari Gambyong Mari Kangen tidak asal menggunakan gerakan.

Berbeda dengan jenis seni tari modern atau tari kreasi, penari Gambyong Mari Kangen harus melakukan gerakan tari sesuai pakemnya yang murni dan tidak dapat dimodifikasi.

Tari Gambyong termasuk tarian yang digunakan untuk menyambut tamu agung dan menjadi pembuka acara di istana. Dengan pakaian khas yang sesuai dengan tarian tradisional yang menggunakan selendang di leher penari.

Namun, awal munculnya Gambyong sempat dianggap sebelah mata oleh pihak istana karena tarian ini berasal dari kaum jelata yang hadir untuk menghibur para petani, buruh dan sebagainya.

Gambyong dahulu juga dipentaskan dengan busana yang kurang sesuai dan memicu penilaian negatif dari masyarakat. Sehingga sempat dilarang masuk ke istana, sebagaimana dikutip melalui kanal youtube TV Panji.

Seiring berjalannya waktu, busana penari Gambyong sudah berubah lebih sopan. Sehingga mulai diperbolehkan masuk ke istana, bahkan dipentaskan untuk menyambut tamu-tamu agung.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X