Kamis, 4 Juni 2026

4 Keistimewaan Tari Perang Khas Papua, Kesenian Penuh Energi dari Bumi Cendrawasih, Mengobarkan Semangat Kemenangan di Medan Perang

Photo Author
Arif Rohman Mu'tasim, Sketsa Nusantara
- Selasa, 11 November 2025 | 14:00 WIB
Tari Perang, kesenian khas Papua yang mengobarkan semangat kemenangan. (papuapegunungan.kpu.go.id)
Tari Perang, kesenian khas Papua yang mengobarkan semangat kemenangan. (papuapegunungan.kpu.go.id)

SketsaNusantara.id - Pulau Papua dikenal dengan kekayaan alam serta budaya yang melimpah.

Daerah yang terkenal akan burung Cendrawasih ini memiliki sebuah kesenian berupa tari yang menggelorakan semangat.

Nama tari tersebut adalah Tari Perang, sebuah kesenian khas penuh energi yang merupakan perpaduan antara gerakan tari, busana unik, serta iringan musik daerah.

Baca Juga: 6 Kesenian Tari Tradisional dari Kalimantan Timur, Warisan Budaya Khas Suku Dayak hingga Perpaduan Budaya Melayu

Tari yang dibawakan oleh minimal 7 orang pria ini biasa dipentaskan untuk menyambut wisatawan dan sebagai bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta.

Dilansir SketsaNusantara.id dari laman resmi Kementerian Pariwisata, berikut beberapa keistimewaan dari Tari Perang.

1. Busana dan Properti Khas

Keunikan dari Tari Perang adalah busana penari berupa rok yang terbuat dari akar dan daun.

Baca Juga: 7 Fakta Unik Tari Gandrung, Kesenian Khas Banyuwangi Jawa Timur, Bentuk Rasa Syukur hingga Penghormatan terhadap Alam

Selain itu terdapat juga aksesori ikat kepala khas Papua, kalung manik-manik, gelang yang terbuat dari bulu, sera senjata berupa panah.

Khusus untuk penari yang berperan sebagai kepala suku pada hidungnya akan dikenakan aksesori menyerupai taring babi.

Keunikan lainnya dari penampilan penari Tari Perang adalah badan para penari yang digambar motif khas Papua menggunakan cat.

Baca Juga: 5 Fakta Tari Glipang, Kesenian Khas Probolinggo Jawa Timur, Simbol Perlawanan terhadap Penjajahan Belanda di Masa Lampau

2. Mengobarkan Kemenangan dalam Medan Perang

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X