SketsaNusantara.id - Pulau Papua dikenal dengan kekayaan alam serta budaya yang melimpah.
Daerah yang terkenal akan burung Cendrawasih ini memiliki sebuah kesenian berupa tari yang menggelorakan semangat.
Nama tari tersebut adalah Tari Perang, sebuah kesenian khas penuh energi yang merupakan perpaduan antara gerakan tari, busana unik, serta iringan musik daerah.
Tari yang dibawakan oleh minimal 7 orang pria ini biasa dipentaskan untuk menyambut wisatawan dan sebagai bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta.
Dilansir SketsaNusantara.id dari laman resmi Kementerian Pariwisata, berikut beberapa keistimewaan dari Tari Perang.
1. Busana dan Properti Khas
Keunikan dari Tari Perang adalah busana penari berupa rok yang terbuat dari akar dan daun.
Selain itu terdapat juga aksesori ikat kepala khas Papua, kalung manik-manik, gelang yang terbuat dari bulu, sera senjata berupa panah.
Khusus untuk penari yang berperan sebagai kepala suku pada hidungnya akan dikenakan aksesori menyerupai taring babi.
Keunikan lainnya dari penampilan penari Tari Perang adalah badan para penari yang digambar motif khas Papua menggunakan cat.
2. Mengobarkan Kemenangan dalam Medan Perang
Artikel Terkait
Tampilkan Tari Kijang dan Banteng di Festival Obah 5 Nggedruk Bumi di Batu-Malang, Sanggar Tari Cemara Biru Jember Janji Tampil Memukau
Mengenal Tari Srimpi Pramugari, Tarian Simbol Perlawanan Sultan Hamengkubuwono I Melawan Penjajah
Sejarah Tari Lahbako, Tarian Perempuan Buruh Tembakau Jember yang Menyulam Keringat dari Ladang Menjadi Keindahan di Atas Panggung
Besok Banget Nih, Apa Sejarah Hari Tari Sedunia? Membongkar Teka-Teki di Balik Tanggal 29 April Untuk Hari Penting Peringatan Karya Seni Terindah
Pacu Jalur Kembali Viral, Gibran Rakabuming Ikuti Tren Tari Viral sebagai Diplomasi Budaya
Pesta Kembang Api dan Penampilan Tari Kolosal Bakal Bikin Penutupan MTQ XXXI Jawa Timur di Jember Dipastikan Semarak