Minggu, 19 Juli 2026

7 Tokoh Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, Ada Bung Tomo, Pendiri NU hingga Gubernur Jawa Timur

Photo Author
Siti Nurlaela Hanifah, Sketsa Nusantara
- Minggu, 9 November 2025 | 13:00 WIB
Ilustrasi 7 tokoh dalam pertempuran 10 November 1945 (Pexels.com/Daris Ardiansyah)
Ilustrasi 7 tokoh dalam pertempuran 10 November 1945 (Pexels.com/Daris Ardiansyah)

Sejumlah sumber menyebutkan, pada saat pertempuran tersebut, Gubernur Suryo merupakans alah satu tokoh pertempuran Surabaya yang paling sibuk.

Pada saat itu, Gubernur Suryo melakukan komunikasi intens kepada pemerintah pusat yakni Bung Karno dan Bung Hatta mengenai ultimatum Inggris pada 10 November 1945.

Baca Juga: 10 Pantun Spesial Hari Pahlawan 10 November 2025, Ada Jenaka hingga yang Bermakna untuk Postingan Instagram

3. KH Hasyim Asy’ari

KH Hasyim Asy’ari merupakan salah satu ulama yang juga bergelar Pahlawan Nasional.

Pendiri Nahdlatul Ulama ini diketahui memiliki peran penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia, termasuk pada pertempuran 10 November 1945.

Dikutip dari laman Ensiklopedia Pahlawan Nasional, ulama yang lahir di Demak ini memoliki peran besar dalam pertempuran tersebut yang berawal dari fatwa yang dicetusnya.

Pada 22 Oktober 1945, Kakek dari presiden ke-4 Indonesia, Abdurrahman Wahid ini mencetuskan fatwa ‘Resolusi Jihad’ yang berisi kewajiban berjihad untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

4. Mayjen Sungkono

Dikutip SketsaNusantara.id dari laman resmi Universitas Insan Cita Indonesia (UICI), Mayjen Sungkono yang saat ini menjabat sebagai Komandan Badan Keamanan Rakyat (BKR) menjadi salah satu pemimpin dalam pertempuran tersebut.

Ia juga memberikan instruksi melalui siaran radio dalam pertempuran 10 November 1945.

Baca Juga: Download Segera 20 Link Twibbon Tema Hari Pahlawan 10 November, Gelorakan Semangat Juang

5. Mayjen Moestopo

Dikutip dari laman resmi DPAD Jogja, jenderal asal Kediri ini termasuk dalam tokoh Pertempuran Surabaya 10 November 1945.

Pada saat meletusnya pertempuran tersebut, Mayjen Moestopo yang baru menyelesaikan pelatihan tentara PETA (Pembela Tanah Air), menjabat sebagai komandan kompi di Sidoarjo.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X