Kamis, 9 Juli 2026

Berasal dari Budaya Zaman Kerajaan, Ini 5 Fakta Menarik Batik Besurek Khas Bengkulu, Kain Tradisional Perpaduan Budaya Arab dan India

Photo Author
Arif Rohman Mu'tasim, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 8 November 2025 | 10:30 WIB
Motif kain Batik Besurek khas Bengkulu, menggunakan huruf Arab-Melayu. (Tangkapan Layar YouTube Media Center Pemprov Bengkulu)
Motif kain Batik Besurek khas Bengkulu, menggunakan huruf Arab-Melayu. (Tangkapan Layar YouTube Media Center Pemprov Bengkulu)

SketsaNusantara.id - Batik merupakan salah satu kekayaan budaya milik Indonesia yang sudah diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda dunia.

Setidaknya terdapat 5.849 motif batik yang tersebar di seluruh daerah di Indonesia dengan ciri khasnya masing-masing.

Tidak hanya di pulau Jawa, batik juga terdapat di pulau-pulau lain, salah satunya dari Bengkulu di Sumatra.

Baca Juga: 8 Motif Batik Khas Nusantara, Menggambarkan Ombak di Laut Selatan hingga Bermakna Filosofis Persatuan dan Kekuatan

Provinsi Bengkulu memiliki batik khas yang disebut dengan Batik Besurek. Berbeda dengan batik pada umumnya, Batik Besurek memiliki motif kaligrafi yang unik.

Dilansir SketsaNusantara.id dari laman resmi Kementerian Pariwisata, berikut 5 fakta unik tentang Batik Besurek yang menarik untuk diketahui.

1. Berasal dari Budaya Zaman Kerajaan

Teknik pembuatan Batik Besurek merupakan perpaduan dari pedagang Arab dan pekerja asal India sejak abad ke-17.

Baca Juga: 5 Destinasi untuk Membeli Oleh-Oleh di Banyuwangi Jawa Timur, Mulai dari Kerajinan Bambu hingga Batik Khas Banyuwangi

Proses pembuatan yang erat dengan tradisi masyarakat Bengkulu ini sudah ada sejak zaman kerajaan dan seiring waktu membentuk ciri khas kebudayaan Indonesia.

2. Memiliki Arti "Bersurat" atau "Tulisan"

Kata “Besurek” pada nama batik ini memiliki arti “Bersurat” atau “Tulisan”. Nama tersebut tercermin dari motif batik ini yang menggunakan tulisan Arab-Melayu seperti kaligrafi.

3. Tidak Hanya Sebagai Pakaian

Pada awal kemunculannya, Batik Besurek bukan hanya sekadar pakaian namun juga media penyampaian budaya masyarakat Bengkulu.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: kemenparekraf.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X