Saat beribadah, warga yang mayoritas bekerja sebagai buruh tani ini menggunakan bahasa Madura bahasa Indonesia.
Untuk bisa menemukan perkampungan ini harus melewati jalanan beraspal dengan pemandangan yang sangat asri.
Pasalnya kampung ini ada di kaki Gunung Raung, lebih tepatnya di belakang gereja kristen jawi wetan (GKJW) Paleran.
Menurut salah seorang warga, keberadaan kampung Kristen Madura sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda.
Di mana saat itu hanya ada satu orang leluhur hingga akhirnya jumlahnya bertambah sampai membentuk satu RT.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Hukum Maritim Modern Ternyata Lahir dari Nusantara, Inilah Jejak Amanna Gappa dan Raja Bali Kuno
Masuk Bangunan Bersejarah, Ini 7 Fakta Mengejutkan di Balik Rencana Pemkab Jember Jadikan Gedung Nasional Indonesia Sebagai Dapur Umum MBG
Megawati di Seminar KAA Blitar Ungkap Fakta Lama: Soeharto Larang Soekarno Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan
Kabar Duka, Adik Mama Mertua Inul Daratista Meninggal Dunia, Istri Adam Suseno Ungkapkan Kesedihannya
Indonesia Butuh Swasembada Daging dan Susu, Ketua MPR RI Ahmad Muzani Dukung Festival Sapi Jember