SketsaNusantara.id - Jember dikenal sebagai salah satu kabupaten yang memiliki budaya pandalungan, di mana ada dua bahasa dalam satu wilayah.
Sebagian besar masyarakat di Kabupaten Jember mampu menguasai dua bahasa, yaitu Jawa dan Madura.
Kemampuan yang dimiliki oleh masyarakat Jember tak lepas dari banyaknya peran dari kedua tersebut.
Bahkan tak sedikit masyarakatnya memiliki logat yang unik saat berbicara menggunakan bahasa Jawa tetapi dengan logat Madura.
Adanya warga Madura di Kabupaten Jember tak lepas dari sejarah, pada zaman dulu banyak sekali perantau dari Pulau Garam.
Diketahui bahwa sebagian besar masyarakat Madura mendiami wilayah bagian Jember Utara alias Jember Lor.
Baca Juga: Genjot Hasil Pertanian Jember, Amran Sulaiman: Ini Kunci Tekan Angka Kemiskinan Ektrem di Jember
Beberapa wilayah tersebut diantaranya yaitu Kecamatan Sumberjambe, Sukowono, Jelbuk, Arjasa, Kalisat, dan beberapa lainnya.
Di Kecamatan Sumberjambe, tepatnya di Dusun Paleran terdapat satu perkampungan yang bisa dikatakan unik.
Perkampungan ini hanya dihuni oleh 30-40 kepala keluarga (KK) saja, dengan seluruh warganya adalah Kristen Madura.
Baca Juga: Ketua DPRD Kabupaten Pati Sampaikan Permohonan Maaf Usai Pemakzulan Bupati Sadewo Ditolak
Kampung ini terbilang cukup unik, pasalnya, perkampungan Kristen Madura ini berdiri di lingkungan Madura Islam.
Meski hanya dianut oleh sebagian kecil, tetapi kampung ini memiliki gereja sendiri.
Artikel Terkait
Hukum Maritim Modern Ternyata Lahir dari Nusantara, Inilah Jejak Amanna Gappa dan Raja Bali Kuno
Masuk Bangunan Bersejarah, Ini 7 Fakta Mengejutkan di Balik Rencana Pemkab Jember Jadikan Gedung Nasional Indonesia Sebagai Dapur Umum MBG
Megawati di Seminar KAA Blitar Ungkap Fakta Lama: Soeharto Larang Soekarno Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan
Kabar Duka, Adik Mama Mertua Inul Daratista Meninggal Dunia, Istri Adam Suseno Ungkapkan Kesedihannya
Indonesia Butuh Swasembada Daging dan Susu, Ketua MPR RI Ahmad Muzani Dukung Festival Sapi Jember