Pada tahun 1260, Khubilai Khan mendirikan Dinasti Yuan di Tiongkok dan mulai menuntut pengakuan dari kerajaan-kerajaan di Asia Tenggara.
Jawa tak luput dari targetnya. Utusan dari Tiongkok datang pada 1280 dan 1281, menuntut agar raja Jawa mengirim pangeran sebagai tanda tunduk kepada kaisar.
Alih-alih menyerah, Kertanagara justru memilih memperkuat hubungan dengan kerajaan-kerajaan di sekitar Nusantara.
Ia mengirim Ekspedisi Pamalayu ke Kerajaan Malayu di Sumatera pada 1275 sebagai bentuk diplomasi dan persahabatan. Ekspedisi itu disertai hadiah berupa Arca Amoghapasa, simbol niat baik sekaligus ajakan beraliansi menghadapi ancaman Mongol dari utara.
Langkah tersebut menunjukkan kecerdasan politik Kertanagara. Ia memahami bahwa kekuatan militer saja tidak cukup. Persatuan, diplomasi, dan solidaritas antar wilayah menjadi kunci menjaga kedaulatan Nusantara.
Banyak sejarawan berpendapat, ide Kertanagara untuk menyatukan wilayah kepulauan menjadi inspirasi bagi kerajaan-kerajaan berikutnya, terutama Majapahit.
Gagasan tentang “cakrawala mandala” atau wilayah yang saling terhubung dalam satu kekuasaan, menjadi fondasi bagi munculnya sumpah legendaris Gajah Mada beberapa dekade kemudian.
Kertanagara mungkin tidak sempat menyaksikan hasil dari visinya. Ia gugur pada 1292 akibat pemberontakan Jayakatwang. Namun, warisan pemikirannya tetap hidup dan menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah Indonesia.
Puluhan tahun sebelum Sumpah Palapa menggema, Kertanagara telah lebih dulu menyalakan api persatuan. Api itu terus menyala, menandai awal kesadaran politik bahwa Nusantara bukan sekadar gugusan pulau, melainkan satu kesatuan yang harus dijaga bersama.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Kampung di Surabaya Ini Punya Sumur Bersejarah! Simpan 'Harta Karun' Peninggalan Zaman Majapahit
Jaraknya 73 KM dari Candi Prambanan, Pemandian Air Hangat Ini Usianya 400 Tahun Lebih Tua dari Kerajaan Majapahit, di Mana?
Candi di Tulungagung Ini Konon Berkaitan dengan Masa Suram Majapahit, Lokasinya Ada di Puncak Bukit Setinggi 360 MDPL
Menguak Misteri di Balik Petilasan Mbah Demang, Sosok Legendaris Pembabat Alas Jember, Utusan Wali yang Konon Dekat dengan Majapahit
Perlu Diterapkan di Zaman Sekarang? Inilah 19 Hukum di Era Majapahit: Dari Pelecehan hingga Fitnah Bisa Dihukum Mati