Sabtu, 18 Juli 2026

Sejarah Singkat Hari Sumpah Pemuda yang Diperingati Pada 28 Oktober, Sebuah Tantangan bagi Generasi Masa Kini

Photo Author
Nurul Olivia Ulfa, Sketsa Nusantara
- Senin, 27 Oktober 2025 | 06:30 WIB
Sebuah sejarah singkat Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober, renungan untuk anak muda masa kini. (Pexels/Ruyat Supriazi)
Sebuah sejarah singkat Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober, renungan untuk anak muda masa kini. (Pexels/Ruyat Supriazi)

 

SketsaNusantara.id - Setiap tanggal 28 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Sumpah Pemuda.

Momen tersebut merupakan tonggak penting dalam sejarah kebangsaan yang menjadi pondasi identitas nasional.

Menurut laporan yang dikutip oleh SketsaNusantara.id melalui website resmi anri.go.id, Sumpah Pemuda merupakan peristiwa penting dalam sejarah kebangsaan Indonesia.

Baca Juga: Semarak Hari Sumpah Pemuda yang Jatuh pada 28 Oktober, Rayakan Semangatnya dengan Twibbon Keren Ini!

Sebuah peristiwa di mana para pemuda Indonesia menyatakan tekad dan kehendak yang kuat untuk bersatu di tengah keragaman untuk menghadirkan negara Indonesia.

Peringatan-peringatan sebelumnya juga menegaskan bahwa Sumpah Pemuda memberikan pelajaran bagaimana generasi muda menyikapi beragam perbedaan.

Latar belakang Sumpah Pemuda bermula dari semangat persatuan yang tumbuh di kalangan kaum muda Indonesia pada era kolonial Belanda.

Baca Juga: Peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober 2025: Tema hingga Makna Logo HSP ke-97, Terinspirasi Burung Garuda?

Pemuda dari berbagai organisasi daerah dan etnis mengadakan kongres bersama yang dikenal sebagai Kongres Pemuda II pada tanggal 27-28 Oktober 1928 di Batavia (sekarang Jakarta).

Momen ini menjadi simbol deklarasi bahwa bangsa Indonesia adalah satu, tanah air Indonesia, bangsa Indonesia, dan menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Nilai-nilai agung generasi Sumpah Pemuda 1928 harus terus didengungkan agar kesadaran dan karakter bangsa Indonesia tidak melemah di tengah perubahan yang sangat cepat.

Nilai-nilai seperti persatuan, gotong royong, dan penggunaan bahasa persatuan masih sangat relevan di tengah kondisi Indonesia yang multikultural.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X