Senin, 20 Juli 2026

Rahasia Sriwijaya Menguasai Samudra: Dari Dua Laksa Tentara hingga Wihara di Nalanda

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 25 Oktober 2025 | 14:30 WIB
Ilustrasi warisan bahari Kerajaan Sriwijaya. (Pexels/Drais Pereyra)
Ilustrasi warisan bahari Kerajaan Sriwijaya. (Pexels/Drais Pereyra)

Kebijakan ini menunjukkan bagaimana kerajaan tersebut mampu mengontrol arus ekonomi maritim di Asia Tenggara.

Jejak Balaputra dan Hubungan Sriwijaya–India

Kejayaan Sriwijaya tidak berhenti di lautan. Bukti lain datang dari sebuah prasasti tembaga di Nalanda, Bihar, India Utara, bertarikh sekitar tahun 860 Masehi.

Prasasti itu menyebutkan bahwa Raja Dewapaladewa dari Dinasti Pala memberikan sebidang tanah untuk wihara yang dibangun oleh Maharaja dari Swarnadwipa (Sriwijaya) bernama Balaputra.

Dalam prasasti itu disebutkan pula bahwa Balaputra adalah anak Samaragrawira dan cucu seorang raja Jawa dari keluarga Sailendra yang bergelar Sri Wirawairimathana, “pembunuh musuh-musuh yang gagah berani.” Fakta ini memperlihatkan hubungan politik dan budaya yang luas antara Sriwijaya dan kerajaan-kerajaan di Nusantara maupun India.

Asrama Sriwijaya di Nalanda

Balaputra membangun asrama bagi siswa-siswa Sriwijaya yang menimba ilmu Buddha di Nalanda. Asrama itu menjadi salah satu bangunan dalam kompleks besar universitas tersebut.

Terdapat 32 kamar, sebuah sumur, kamar mandi, ruang belajar, serta gudang makanan yang terdiri dari dua ruangan. Seluruh bangunan itu mengitari halaman tengah yang menjadi pusat aktivitas para pelajar.

Pembangunan asrama di jantung dunia pendidikan India menunjukkan betapa luasnya pengaruh Sriwijaya, bukan hanya di bidang maritim dan perdagangan, tetapi juga dalam penyebaran pengetahuan dan agama Buddha.

Jejak itu menandakan bahwa kerajaan di tepian Sungai Musi pernah berdiri sejajar dengan peradaban besar Asia lainnya.

Kekuatan armada laut, kebijakan ekonomi maritim, dan jejaring diplomasi Sriwijaya menjadi bukti bahwa Nusantara sejak awal telah menjadi pemain penting dalam peta perdagangan global.

Dari perahu di Sungai Musi hingga wihara di India Utara, Sriwijaya menegaskan dirinya sebagai kerajaan yang benar-benar menguasai samudra.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Buku Warisan Bahari Indonesia, Yayasan Obor Indonesia 2016

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X