Koridor Bahari dan Lahirnya Katamaran
Arkeolog sekaligus pelaut Geoffrey Irwin menyebut wilayah laut antara Filipina, Maluku, dan Melanesia sebagai “koridor pelayaran Austronesia”.
“Di sepanjang koridor inilah mereka berlatih dan mempraktekkan berbagai teknologi pelayaran baru,” tulis Bambang mengutip pendapat Irwin.
Di kawasan itu pula diyakini lahir model kano ganda atau katamaran, dua perahu kecil sejajar dengan lunas ganda yang mampu membawa muatan lebih banyak dan melaju lebih stabil di lautan terbuka.
Desainnya memungkinkan pelayaran jarak jauh dengan kecepatan lebih tinggi, bahkan menjadi cikal bakal kapal besar di era modern.
Dari Rakit ke Perahu Bercadik
Evolusi teknologi perahu dimulai dari rakit bambu sederhana. Tahap berikutnya adalah penyusunan balok kayu yang digabung, lalu diceruk bagian dalamnya hingga membentuk kano.
Bambang menulis, bentuk rakit kayu ini kemudian berkembang menjadi perahu berlunas ganda, dan selanjutnya menjadi perahu bercadik tunggal serta bercadik ganda.
Kemampuan beradaptasi dan berinovasi inilah yang menjadikan pelaut Austronesia dikenal sebagai penjelajah laut tangguh di dunia kuno.
Gua dan Jejak Gambar Perahu
Setelah lama berlayar, para pelaut Austronesia mulai menetap di sejumlah wilayah Nusantara. Mereka memilih tempat tinggal di gua-gua seperti di Misool (Papua Barat), Kepulauan Muna (Sulawesi Tenggara), dan beberapa pulau lain.
Namun, warisan bahari tetap mereka bawa. Dinding gua-gua itu dipenuhi lukisan perahu, simbol keterikatan mendalam antara manusia dan laut dalam budaya Nusantara.
Jejak perahu bercadik di batu-batu gua dan istilah bahari dalam bahasa daerah menjadi bukti kuat: teknologi maritim lahir dari rahim Nusantara, jauh sebelum dunia mengenalnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
10 Link Twibbon Hari Pelaut Sedunia 2024, Desain Terbaru Estetik Cocok Diunggah di Media Sosial pada 25 Juni
5 Ucapan Hari Pelaut Sedunia 25 Juni 2024 Penuh Kesan dan Maksa, Bagikan di Medsos sebagai Bentuk Apresiasi Bersama
Free Download! Link Akses Twibbon Hari Pelaut Sedunia 2024 Bingkai Unik dan Keren Cocok untuk Unggahan Medsos
Siapa Cornelis de Houtman yang Dibunuh Laksamana Malahayati? Pelaut Belanda Pemburu Rempah Nusantara