Tak berhenti di situ, sebagian dari mereka bahkan berlayar hingga ke pesisir timur Afrika dan mendarat di Madagaskar.
Hubungan budaya yang terjalin antara penutur Austronesia dan penduduk lokal menghasilkan kebudayaan baru yang dikenal sebagai Melayu-Polynesia Barat (Malagasy).
Dari sinilah muncul masyarakat dengan identitas unik yang berkembang secara mandiri namun tetap berakar pada kebudayaan bahari Asia.
Sementara itu, kelompok penutur yang bergerak ke arah timur membentuk rumpun Melayu-Polynesia Timur.
Mereka menyebar ke wilayah timur Nusantara seperti Halmahera dan pesisir utara Papua, lalu terus menyeberang ke Pasifik.
Jejak pelayaran mereka bahkan mencapai kepulauan Tonga, Samoa, Hawaii, hingga ke Selandia Baru, menandai betapa luasnya cakupan peradaban bangsa bahari ini.
Kini, populasi penutur bahasa Austronesia mencapai hampir 400 juta jiwa. Mereka menempati wilayah yang terbentang dari Madagaskar di barat hingga Pulau Paskah di timur, dari Taiwan di utara hingga Selandia Baru di selatan.
Benang merah yang menyatukan mereka tidak hanya bahasa, tetapi juga warisan teknologi dan budaya yang serupa, kemampuan bercocok tanam, membuat perahu, serta menciptakan tembikar.
Warisan itulah yang membuat bangsa-bangsa Austronesia dijuluki nenek moyang bangsa bahari, para penjelajah lautan yang membentuk wajah peradaban Asia dan Pasifik sejak ribuan tahun lalu.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Hanya Menerima 10 Pembeli Saja, Restoran Unik di Yogyakarta Ini Sajikan Menu Khas Dari Resep Warisan Bung Karno
Sering Tidak Punya Uang, Presiden Soekarno Lelang Peci Hitamnya untuk Zakat dan Orang Miskin di Makam Sunan Giri
Berjarak 150 Km dari Kota Surabaya, Kemegahan Candi di Jawa Timur Ini Sampai Bikin Thomas Raffles Terpesona! Apa Keistimewaannya?
Kisah Tongkat Komando Bung Karno, Terbuat dari Kayu Langka di Pegunungan Jawa Timur, Bisa Menangkal Tembakan Sniper?
Menyelami Pesona Alam Tersembunyi: Petualangan Eksplorasi di Air Terjun di Tengah Sawah, Weekacura Sumba