SketsaNusantara.id - Batik merupakan seni pewarnaan kain khas Indonesia, adalah mahakarya budaya yang sudah diakui UNESCO sebagai kekayaan budaya tak benda.
Untuk itulah di Indonesia setiap tanggal 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik untuk merayakan dan menghargai Batik Indonesia sebagai warisan budaya bangsa yang telah diakui dunia.
Batik merupakan teknik yang melibatkan penulisan lilin panas pada kain ini memiliki sejarah panjang yang mengakar kuat dalam tradisi Nusantara.
Meskipun catatan pasti mengenai awal mula batik sulit ditemukan, tradisi membatik diperkirakan telah ada sejak zaman Kerajaan Majapahit, yakni sejak abad ke-13 hingga ke-16 seperti dilansir SketsaNusantara.id dari laman dev-itjen.kemendiktsaintek.go.id.
Bukti tidak langsung menunjukkan adanya motif-motif kuno dalam relief dan kesenian, namun bukti yang lebih kuat muncul pada masa kerajaan-kerajaan setelahnya.
Perkembangan signifikan terjadi pada masa Kesultanan Mataram (abad ke-16 hingga ke-18), terutama di pusat-pusat kerajaan seperti Yogyakarta dan Surakarta (Solo).
Baca Juga: 4 Fakta Hari Batik Nasional 2 Oktober, Warisan Presiden SBY hingga Pengakuan UNESCO
Pada era ini, batik menjadi seni eksklusif di lingkungan keraton dimana awalnya membatik adalah kegiatan para putri dan abdi dalem keraton.
Motif-motif tertentu, seperti Parang Rusak, Udan Liris, dan Semen, hanya boleh dikenakan oleh keluarga kerajaan atau dalam upacara tertentu saja.
Pada abad ke-19, seni batik mulai menyebar ke luar tembok keraton dan memasuki wilayah pesisir, di daerah Pekalongan, Cirebon, Lasem, dan Tuban, batik mengalami akulturasi budaya yang kaya dan terus berkembang dari masa ke masa.
Soeharto merupakan orang pertama yang memperkenalkan batik kepada dunia internasional saat mengikuti konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Namun pada 4 September tahun 2008 batik didaftarkan ke UNESCO untuk mendapatkan status Intangible Cultural Heritage (ICH).
Baru kemudian pada 9 Januari 2009, batik yang didaftarkan sebagai warisan kemanusiaan non benda diterima secara resmi oleh UNESCO.
Artikel Terkait
Daftar Kebudayaan Indonesia yang Pernah Diklaim Negara Tetangga: Ada Batik hingga Pacu Jalur, Bahkan Selebriti Tanah Air Ikut Diakui Milik Asing!
Jember Semakin Kreatif di 2025: Musik, Batik, Kuliner, dan Wisata Dorong Ekonomi Lokal
Kenalkan Batik Unik Bertajuk Batik Watu Ulo, Kadiskop Jember: Karya Berbasis Warisan Budaya
Arti Batik Slobog yang Dikenakan Gustika Jusuf di HUT RI ke-80 Simbol Duka dan Kritik Pedas untuk Republik
Jatipelem Carnival, Ajang Peringatan HUT RI ke 80 dan Promosi Desa Batik Kebanggan Jombang