Pada tanggal 12 Rabiulawal setelah seluruh rangkaian acara Upacara Sekaten dilaksanakan, kegiatan dilanjutkan dengan Garebeg Mulud.
Kegiatan yang dinanti-nanti masyarakat setempat tersebut ditandai dengan keluarnya gunungan dari dalam Kraton Yogyakarta menuju Masjid Gedhe Kauman bersama-sama dengan banyak pihak.
Gunungan tersebut berisi makanan seperti sayuran, kacang-kacangan, cabai merah, telur, beberapa makanan berbahan dasar beras yang disusun membentuk gunung yang melambangkan kemakmuran dan kesejahteraan.
Garebeg sendiri berasal dari kata Gumrebeg yang berarti perayaan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Yogyakarta Jadi Satu-Satunya Provinsi yang Tak Pernah Dijajah Bangsa Asing, Intip Kisah Kesultanan Tertua di Indonesia yang Dihormati hingga Kini
Serunya 'Blusukan' di Pasar Ngasem Yogyakarta, Menikmati Kuliner Tradisional di Bekas Pasar Burung Berusia 200 Tahun Lebih
Ingin Mencoba Sate dengan Tusukan Jeruji Besi Sepeda? Yuk Coba Sate Klathak Pak Pong yang Ada di Bantul Yogyakarta
Ramai Diburu Meski Harga Tembus Rp300 Ribu, Ikan Kerapu Bakar di Yogyakarta Ini Ludes Tiap Hari!
5 Olahan Dendeng Khas Kraton Yogyakarta: Favorit Para Raja Mataram dari Sultan HB VII sampai HB IX yang Masih Eksis