Kamis, 4 Juni 2026

Apa Itu Malam Tirakatan? Mengenal Sejarah Tradisi Berkumpul Jelang 17 Agustus yang Sarat Makna, Ternyata Ada Kaitannya dengan Kraton Yogyakarta

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Minggu, 17 Agustus 2025 | 06:30 WIB
Momen malam tirakatan jadi tradisi tahunan yang dilakukan masyarakat Jawa menyambut peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia  (gunungkidulkab.go.id)
Momen malam tirakatan jadi tradisi tahunan yang dilakukan masyarakat Jawa menyambut peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia (gunungkidulkab.go.id)

Warga biasanya berkumpul melaksanakan malam tirakatan dengan menyanyikan lagu nasional Indonesia Raya, yang dilanjutkan dengan memanjatkan doa bersama.

Baca Juga: Contoh Teks Sambutan Ketua Panitia Acara Peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI 17 Agustus 2025, Teks Singkat nan Ringkas

Tak hanya itu, masyarakat juga guyub membawa tumpeng dan hasil bumi sebagai ungkapan syukur menyambut perayaan kemerdekaan yang telah diraih puluhan tahun silam.

Tradisi ini bertujuan untuk memperingati Hari Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 dengan penuh khidmat, sekaligus sebagai wujud refleksi atas perjuangan para pahlawan.

Tradisi ini juga mengakar kuat di lingkungan pondok pesantren di Pulau Jawa, di mana doa dan dzikir bersama bertujuan untuk mengenang jasa para pejuang dalam meraih kemerdekaan.

Baca Juga: 10 Ucapan Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-80 dalam Berbagai Bahasa Daerah: Ada Betawi, Sunda, sampai Bali

Tirakatan dan doa bersama dengan diikuti acara tumpengan ini juga sekaligus menjadi ungkapan syukur masyarakat atas kemerdekaan yang diraih bangsa Indonesia dan bisa dirasakan manfaatnya hingga kini.

Seiring waktu, malam tirakatan tidak hanya terbatas di Jawa, tetapi menyebar ke berbagai daerah di Indonesia.

Meskipun bentuk pelaksanaannya bervariasi, inti dari tradisi ini tetap sama yakni untuk menghormati perjuangan pahlawan, bersyukur atas kemerdekaan, dan mempererat kebersamaan antarwarga.

Baca Juga: Ternyata 17 Agustus 1945 Dipilih atas Petunjuk Kyai NU: Peran KH Hasyim Asy’ari dalam Momen Sakral Kemerdekaan yang Jarang Diketahui

Melalui doa bersama, masyarakat memanjatkan syukur kepada Tuhan atas nikmat kemerdekaan serta memohon keselamatan dan kemajuan bangsa.

Malam tirakatan mencerminkan gotong rotong dan toleransi sekaligus menjadi sarana yang memperkuat persatuan bangsa.

Warga dari berbagai latar belakang berkumpul, duduk bersama, dan berbagi makanan, seperti tumpeng, yang melambangkan keberagaman dan kekayaan budaya Indonesia.

Baca Juga: Indonesia Merdeka Tanggal 17 atau 18 Agustus 1945? Inilah Beberapa Fakta Mengejutkan 1 Hari Setelah Pembacaan Teks Proklamasi

Tradisi makan bersama di atas daun pisang atau pemotongan tumpeng menjadi simbol keakraban dan solidaritas antarwarga.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: kbbi.kemdikbud.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X