SketsaNusantara.id - Tanggal 17 Agustus 1945 bukan sekadar momen monumental dalam sejarah bangsa.
Di balik penetapan hari itu, ada campur tangan ulama dan para kyai Nahdlatul Ulama (NU) yang hingga kini belum banyak diketahui publik.
Detik-detik menjelang kemerdekaan Indonesia berlangsung dalam suasana mencekam dan penuh pertimbangan.
Namun, keputusan memilih tanggal 17 Agustus ternyata bukan hanya soal strategi politik atau desakan situasi. Ada unsur spiritual dan keyakinan religius yang ikut menentukan.
Dilansir SketsaNusantara.id dari NU.or.id, Presiden pertama Indonesia, Soekarno, datang ke kediaman KH Hasyim Asy’ari untuk meminta pandangan mengenai waktu yang tepat memproklamasikan kemerdekaan.
Dalam suasana tersebut, para ulama berkumpul dan mengadakan musyawarah serta istikharah.
Baca Juga: Presiden Paling Sering Datang ke ITB Setelah Soekarno, Prabowo Tuai Sorotan di Konvensi KSTI 2025
Mereka mencari petunjuk melalui jalan langit, bukan hanya hitungan politik duniawi.
Penulis biografi KH Hasyim Asy’ari, Aguk Irawan MN, menjelaskan bahwa ulama sepuh tersebut memberikan isyarat agar kemerdekaan dilakukan pada hari Jumat di bulan Ramadan.
“Jumat yang berada di bulan Ramadan dinilai sebagai hari yang penuh berkah dan membawa keberuntungan,” tulis Aguk dalam bukunya Sang Penakluk Badai.
Pilihan hari Jumat bukan tanpa alasan. Dalam keyakinan umat Islam, Jumat adalah sayyidul ayyam atau hari yang paling utama di antara hari-hari lainnya.
Ditambah lagi, saat itu bulan Ramadan, bulan penuh keberkahan. Gabungan kedua unsur ini diyakini akan membawa aura positif bagi masa depan bangsa.
Choirul Anam, dalam bukunya Pertumbuhan dan Perkembangan NU, mencatat bahwa penetapan 17 Agustus 1945 adalah hasil musyawarah para ulama pesantren bersama KH Hasyim Asy’ari.
Artikel Terkait
Halal Bihalal, Tradisi Nasional yang Lahir dari Situasi Politik yang Tak Sehat di Indonesia Era Soekarno
Inilah Bioskop Tertua di Jember, Dibangun Tahun 1940-an, Sempat Ditentang Soekarno, Riwayatnya Kini Mengenaskan
Kuliner Kesukaan Ir Soekarno Presiden Pertama RI! Suguhan yang Punya Aroma Menyengat, Meski Tampak Busuk Tapi Punya Khasiat Melimpah
Prabowo Subianto Jadi Presiden ke 2 RI Setelah Soekarno yang Hadir di Peringatan Hari Buruh, Diwarnai Aksi Tepis Tangan Paspampres, Ada Apa?
5 Pernyataan Prabowo saat Peresmian Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F Bandara Internasional Soekarno Hatta