Minggu, 19 Juli 2026

Ternyata 17 Agustus 1945 Dipilih atas Petunjuk Kyai NU: Peran KH Hasyim Asy’ari dalam Momen Sakral Kemerdekaan yang Jarang Diketahui

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Jumat, 8 Agustus 2025 | 21:30 WIB
Fakta sejarah tanggal 17 Agustus 1945 dari kyai NU. (Kolase NU.or.id dan Instagram/thebigbung)
Fakta sejarah tanggal 17 Agustus 1945 dari kyai NU. (Kolase NU.or.id dan Instagram/thebigbung)

SketsaNusantara.id - Tanggal 17 Agustus 1945 bukan sekadar momen monumental dalam sejarah bangsa.

Di balik penetapan hari itu, ada campur tangan ulama dan para kyai Nahdlatul Ulama (NU) yang hingga kini belum banyak diketahui publik.

Detik-detik menjelang kemerdekaan Indonesia berlangsung dalam suasana mencekam dan penuh pertimbangan.

Baca Juga: Syarat Makna Spiritual, Inilah Fakta Mengejutkan Dipilihnya Tanggal 17 Agustus sebagai Hari Pembacaan Teks Proklamasi oleh Soekarno

Namun, keputusan memilih tanggal 17 Agustus ternyata bukan hanya soal strategi politik atau desakan situasi. Ada unsur spiritual dan keyakinan religius yang ikut menentukan.

Dilansir SketsaNusantara.id dari NU.or.id, Presiden pertama Indonesia, Soekarno, datang ke kediaman KH Hasyim Asy’ari untuk meminta pandangan mengenai waktu yang tepat memproklamasikan kemerdekaan.

Dalam suasana tersebut, para ulama berkumpul dan mengadakan musyawarah serta istikharah.

Baca Juga: Presiden Paling Sering Datang ke ITB Setelah Soekarno, Prabowo Tuai Sorotan di Konvensi KSTI 2025

Mereka mencari petunjuk melalui jalan langit, bukan hanya hitungan politik duniawi.

Penulis biografi KH Hasyim Asy’ari, Aguk Irawan MN, menjelaskan bahwa ulama sepuh tersebut memberikan isyarat agar kemerdekaan dilakukan pada hari Jumat di bulan Ramadan.

“Jumat yang berada di bulan Ramadan dinilai sebagai hari yang penuh berkah dan membawa keberuntungan,” tulis Aguk dalam bukunya Sang Penakluk Badai.

Pilihan hari Jumat bukan tanpa alasan. Dalam keyakinan umat Islam, Jumat adalah sayyidul ayyam atau hari yang paling utama di antara hari-hari lainnya.

Ditambah lagi, saat itu bulan Ramadan, bulan penuh keberkahan. Gabungan kedua unsur ini diyakini akan membawa aura positif bagi masa depan bangsa.

Choirul Anam, dalam bukunya Pertumbuhan dan Perkembangan NU, mencatat bahwa penetapan 17 Agustus 1945 adalah hasil musyawarah para ulama pesantren bersama KH Hasyim Asy’ari.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: nu.or.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X