“KH Hasyim Asy’ari menyarankan kepada Bung Karno agar proklamasi dilakukan pada hari Jumat, tanggal 9 Ramadan 1364 H,” tulis Choirul Anam.
Bung Karno dan Bung Hatta pun menyetujui saran tersebut. Proklamasi akhirnya dilakukan pada Jumat pagi, 17 Agustus 1945, yang bertepatan dengan tanggal 9 Ramadan 1364 H.
Momen ini menjadi tonggak sejarah yang tidak hanya ditopang oleh semangat kemerdekaan, tetapi juga doa dan restu para ulama.
Fakta ini menguatkan bahwa kemerdekaan Indonesia lahir dari semangat kolaboratif antara kekuatan politik dan kekuatan spiritual. Para kyai NU tidak hanya aktif dalam perjuangan bersenjata dan diplomasi, tetapi juga hadir dalam keputusan krusial yang menentukan nasib bangsa.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Halal Bihalal, Tradisi Nasional yang Lahir dari Situasi Politik yang Tak Sehat di Indonesia Era Soekarno
Inilah Bioskop Tertua di Jember, Dibangun Tahun 1940-an, Sempat Ditentang Soekarno, Riwayatnya Kini Mengenaskan
Kuliner Kesukaan Ir Soekarno Presiden Pertama RI! Suguhan yang Punya Aroma Menyengat, Meski Tampak Busuk Tapi Punya Khasiat Melimpah
Prabowo Subianto Jadi Presiden ke 2 RI Setelah Soekarno yang Hadir di Peringatan Hari Buruh, Diwarnai Aksi Tepis Tangan Paspampres, Ada Apa?
5 Pernyataan Prabowo saat Peresmian Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F Bandara Internasional Soekarno Hatta