Rabu, 15 Juli 2026

Pagi-Pagi Laku 250 Tangkup! Roti Bakar Arang A1 Wonosobo Ini Sudah Ada sejak Zaman Belanda dan Masih Pakai Cara Tradisional

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 9 Agustus 2025 | 07:30 WIB
Ilustrasi roti bakar legendaris dari Wonosobo. (Pexels/Elviss Railijs Bitāns)
Ilustrasi roti bakar legendaris dari Wonosobo. (Pexels/Elviss Railijs Bitāns)

SketsaNusantara.id - Di sudut kota Wonosobo, di bawah Gedung Pasar Raya Rita, suasana pagi tampak tak biasa.

Sejak pukul 4 subuh, keramaian kecil mulai terbentuk. Bukan karena pasar, melainkan antrean orang yang menunggu roti bakar.

Satu demi satu berdiri rapi, sabar, meski matahari belum menampakkan sinarnya sepenuhnya.

Baca Juga: Apakah Nasi dan Roti Setiap Pagi Diam-Diam Membuat Tubuh Kita Rusak Lebih Cepat?

Tak ada papan nama yang menunjukkan keberadaan tempat makan itu. Namun bagi kaum muda yang menjadi langganan, warung ini dikenal menyediakan Roti Bakar A1.

Dilansir SketsaNusantara.id dari unggahan video TikTok akun @mariaabiring, warung sederhana in sudah beroperasi sejak era kolonial, dan kini dijalankan oleh generasi ketiga bernama Pak Suradi.

Di antara dinginnya udara pagi Wonosobo yang bisa mencapai 19 derajat, aroma arang menyusup dari sela-sela rak kayu, membangkitkan selera siapa saja yang lewat.

Baca Juga: Berdiri Sejak 1881, Roti Legend Kota Solo Kuliner Kesukaan Para Raja, Tak Pernah PHK Karyawan

Aroma Arang dan Tradisi yang Bertahan

Roti bakar yang dijajakan terlihat biasa, lapisan margarin, taburan gula. Namun proses pembuatannya yang membedakan. Roti-roti itu dibakar di atas pemanggang besi, menggunakan arang kayu sebagai sumber panas utama.

Tidak ada kompor gas, tidak ada mesin pemanggang elektrik. Hanya bara dan tangan terampil yang mengatur suhu dan waktu.

Tiap potong roti ditata dengan cermat. Api dijaga stabil. Saat permukaan roti mulai kecokelatan, muncul aroma khas arang berpadu mentega yang meleleh.

Di saat itulah, antrean mulai bergeser cepat. Roti yang baru matang langsung diserbu karena waktu terbaik menyantapnya adalah saat masih panas, dengan sisi luar yang garing dan bagian dalam yang lembut, lumer ketika dicelupkan ke kopi hitam panas.

Hanya 4 Jam, 250 Tangkup Terjual

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: TikTok @mariaabiring

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X