Rabu, 22 Juli 2026

7 Fakta Kapitayan: Agama Asli Nusantara yang Lebih Tua dari Hindu-Buddha, Warisan Leluhur Ajarkan Konsep Ketuhanan Maha Esa dan Absolut?

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 21 Juni 2025 | 11:00 WIB
Ilustrasi, agama asli Nusantara. (Pexels/Marek Piwnicki)
Ilustrasi, agama asli Nusantara. (Pexels/Marek Piwnicki)

Mereka diyakini sebagai wakil langsung Sanghyang Tunggal di dunia.

7. Bahasa Spiritual Menggunakan Akar Kata “Pi”

Kata ganti dan tindakan dalam bahasa para ra-Tu selalu diawali dengan “Pi”, seperti Pi-tutur (nasihat), Pi-nakahulun (aku), Pi-dana (hukuman), hingga Pi-tapuja (ritual untuk leluhur).

Hal itu menandakan mereka membawa kekuatan sakral yang disebut “Pi”, kekuatan rahasia dari Sanghyang Taya.

Agama Kapitayan memang nyaris tenggelam dalam arus sejarah besar masuknya Hindu, Buddha, dan Islam.

Namun, jejaknya masih tersisa dalam budaya, bahasa, dan tradisi masyarakat Jawa hingga kini. Barangkali, inilah bukti bahwa spiritualitas Nusantara memiliki akar jauh lebih tua.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Atlas Wali Songo, Agus Sunyoto, Pustaka Iman, Jakarta, 2014

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X