Tradisi ini dinamakan Brobosan yakni ritual pemakaman di Jawa juga mungkin dilakukan sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada jenazah.
Terdapat pula tradisi Nyadran yang dilakukan masyarakat Hindu di Pulau Jawa untuk mendoakan dan mengenang leluhur yang telah meninggal dunia.
Tradisi ini merupakan akulturasi budaya Jawa dan Islam seperti melibatkan ziarah kubur, pembersihan makam, melantunkan doa bersama, hingga makan bersama.
Nyadran biasanya dilakukan sebelum bulan Ramadan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan sekaligus sebagai sarana silaturahmi untuk memperkuat kebersamaan antar warga.
Umat Hindu di Bali pun melakukan prosesi pemakaman seperti ini dan menyebutnya "Ngaben tanpa api". Jikalau nanti mengikuti upacara ngaben massal, maka setelah proses pembakaran jenazah dilakukan prosesi larung.
Abu jenazah akan dihanyutkan ke laut sebagai simbol pembebasan jiwa dan penyucian arwah dalam perjalanan meninggalkan ikatan duniawi.
Serangkaian ritual ini tidak hanya sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada mendiang, tetapi juga sebagai sarana untuk menjaga keharmonisan dan keseimbangan antara dunia manusia dan alam baka.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Jejak Akulturasi Hindu, Jawa dan Islam pada Masjid Tertua di Solo, Dibangun Leluhur Mataram Islam Berdarah Majapahit
Makam Keramat Kembar Wali Pitu Penyebar Agama Islam di Bali, Tak Hanya Diziarahi Kaum Muslim tapi Juga Hindu Bali
Dikenal sebagai Kerajaan Hindu Terakhir dari Pulau Jawa dan Nusantara, Inilah Sejarah Kerajaan Blambangan
Kerajaan Hindu di Aceh, Intip Sejarah Singkat Lamuri yang Punya Banyak Sebutan hingga Jadi Cikal Bakal Kesultanan Aceh Darussalam
Disebut Sebagai Death Monument di Sumatera Selatan, Inilah Candi Peninggalan Hindu Terbesar di Luar Pulau Jawa
Inilah Keadaan Candi Morangan, Situs Hindu yang Berasal dari Masa Kekuasaan Kerajaan Mataram Kuno, Ternyata Punya Hal Unik Ini!