Setelah disucikan, jenazah akan disembahyangkan di rumah dan diletakkan di keranda yang dihias dengan bunga kenanga, melati, dan janur kuning.
Setelah itu, dilaksanakan puja Sapinda Dana yang meliputi persembahan pinda (bola tepung beras) kepada arwah dan doa untuk kesejahteraan mereka di akhirat.
Kemudian dilakukan upacara ngaben yakni prosesi pemakaman dengan pembakaran jenazah yang merupakan ritual utama dalam tradisi pemakaman Hindu.
Namun, di Jember jarang dilakukan Ngaben. Mirip seperti di Bali, ada tempat khusus untuk melakukan prosesi Ngaben dan dilakukan secara massal.
Sebelum dilakukan prosesi Ngaben, jenazah akan dikubur dalam tanah. Dalam video yang diunggah akun Instagram @infojember, terlihat beberapa orang menggotong keranda jenazah sebelum dimakamkan.
Uniknya, jenazah umat Hindu yang ditandu dalam keranda kayu diputar-putar diputar-putar terlebih dahulu sebelum dikuburkan.
Upacara ini bertujuan untuk menyempurnakan kematian dan mengembalikan roh atau atma ke alamnya, serta melepaskan sang atma dari ikatan duniawi.
Jenazah diarak berputar-putar 3 kali berlawanan arah jarum jam, yang melambangkan perpisahan dengan sanak keluarga dan pengembalian unsur Panca Maha Bhuta ke tempatnya masing-masing.
"Jika ada istilah kremasi atau ngaben dalam prosesi pemakaman, itu adalah pilihan dari pihak keluarga," ungkap salah satu narasumber yang tak disebutkan namanya dalam video yang diunggah di kanal YouTube Dharma Jaya.
"Ada sebagian keluarga yang tidak langsung melakukan pembakaran jenazah sehingga dikuburkan prosesi penguburan terlebih dahulu sebelum selanjutnya akan dilaksanakan upacara ngaben massal," imbuhnya.
Prosesi arak-arakan mengantarkan jenazah dan selama prosesi pemakaman, dibacakan mantra-mantra Hindu yang dilantunkan untuk memberikan penghiburan bagi yang berduka sekaligus memberikan kedamaian bagi arwah.
"Kalau dalam mantra ini biasanya dibacakan ketika mengantarkan orang tang meninggal sebagai penghormatan terakhir, kalau dalam muslim mungkin seperti 'Laailahailallah' yang diucapkan saat mengantarkan jenazah ke tempat penguburan," ungkap salah satu umat Hindu.
Artikel Terkait
Jejak Akulturasi Hindu, Jawa dan Islam pada Masjid Tertua di Solo, Dibangun Leluhur Mataram Islam Berdarah Majapahit
Makam Keramat Kembar Wali Pitu Penyebar Agama Islam di Bali, Tak Hanya Diziarahi Kaum Muslim tapi Juga Hindu Bali
Dikenal sebagai Kerajaan Hindu Terakhir dari Pulau Jawa dan Nusantara, Inilah Sejarah Kerajaan Blambangan
Kerajaan Hindu di Aceh, Intip Sejarah Singkat Lamuri yang Punya Banyak Sebutan hingga Jadi Cikal Bakal Kesultanan Aceh Darussalam
Disebut Sebagai Death Monument di Sumatera Selatan, Inilah Candi Peninggalan Hindu Terbesar di Luar Pulau Jawa
Inilah Keadaan Candi Morangan, Situs Hindu yang Berasal dari Masa Kekuasaan Kerajaan Mataram Kuno, Ternyata Punya Hal Unik Ini!