SketsaNusantara.id - Zaman Megalitikum selalu menarik untuk dibahas, terlebih membicarakan tentang jejak peninggalannya yang masih tersisa hingga saat ini.
Zaman Megalitikum atau batu besar adalah zaman di mana manusia belum mengenal logam untuk membuat perkakas dan peralatan, sehingga bangunan dan alat-alat yang digunakan terbuat dari batu.
Di Situbondo, ada sebuah desa yang menjadi saksi bisu peninggalan zaman Megalitikum.
Baca Juga: Warung Makan di Jember Ini Tawarkan Paket Komplit! Tempat Asri dengan Interior ala Ndeso yang Unik
Seperti dilansir dari kanal YouTube Jay Jaim, sisa peradaban Megalitikum di Situbondo ini terdapat di Desa Patemon Kecamatan Bungatan, Kabupaten Situbondo.
Di daerah itulah tersimpan peninggalan zaman Megalitikum yang masih bisa dijumpai hingga saat ini.
Desa Patemon Situbondo ini terletak di lereng Gunung Putri.
Salah satu peninggalan zaman Megalitikum di desa ini yaitu batu kubur atau pandhusah.
Tak hanya satu saja, batu kapur ini tersebar di beberapa titik di Desa Patemon.
Selain batu kapur, terdapat pula tumpukan batuan megalit dengan jumlah yang cukup banyak.
Suasana di Desa Patemon masih sangat asri dan sejuk khas pedesaan.
Bahkan masih banyak warganya yang memanfaatkan kayu sebagai kayu bakar untuk memasak.
Artikel Terkait
Menhir Maek: Jejak Megalitikum yang Memikat di Sumatera Barat, Leluhur Minangkabau Zaman Prasejarah
Miliki Luas Wilayah 414.019 Hektare, Desa Wisata di Situbondo Ini Masyarakatnya Punya Jiwa Pluralisme yang Tinggi, Lokasinya...
Menguak Misteri Jalur Situbondo-Banyuwangi, Konon Penuh Aura Mistis dan jadi Saksi Bisu Pembantaian pada Masa G30S PKI
Inilah Situs Sitinggil Peninggalan Era Megalitikum yang Berlokasi di Tengah Hutan dan Makam, Konon Katanya Tempat Bermain...
Dakwah Tanpa Menghakimi: Kisah Kyai Nyentrik asal Situbondo dalam Merangkul Preman Kembali ke Jalan Allah
Menelisik 3 Artefak Jejak Leluhur di Situs Duplang Jember: Warisan Peninggalan Zaman Megalitikum yang Masih Terjaga Selama Ribuan Tahun