SketsaNusantara.id - Pepatah "buah jatuh tak jauh dari pohonnya" tampaknya benar adanya.
KHR Moh. Kholil As’ad, pengasuh Pondok Pesantren Walisongo Situbondo, mewarisi jejak ayahnya, KHR As’ad Syamsul Arifin, yang dikenal sebagai "pawang" bajingan dan preman.
Banyak perampok, pencuri, hingga anak jalanan yang akhirnya luluh dan kembali ke jalan kebaikan setelah bertemu dengannya, atas kuasa Ilahi.
Dilansir dari video kanal YouTube Narasi Rakyat yang diunggah pada 6 November 2020, kedekatan KHR Moh. Kholil As’ad dengan para preman dan bajingan bukan sekadar cerita, tetapi fakta yang telah banyak disaksikan oleh masyarakat.
Sebagai kyai nyentrik sekaligus budayawan, KHR Moh. Kholil As’ad memiliki kecintaan mendalam terhadap pencak silat.
Tak heran, ia dipercaya menjadi salah satu Dewan Khos Pagar Nusa Pusat, organisasi pencak silat di bawah Nahdlatul Ulama.
Selain itu, ia juga seorang penyair produktif yang telah menulis ribuan bait syair dan ratusan lagu, mulai dari pujian terhadap Rasulullah, para wali, ulama, hingga syair-syair kebangsaan.
Metode Dakwah yang Tak Biasa
Pendekatan unik KHR Moh. Kholil As’ad juga terlihat dari caranya berdakwah kepada masyarakat yang jauh dari agama.
Salah satu metode dakwahnya yang paling terkenal adalah memanfaatkan tradisi sabung ayam untuk menarik perhatian para preman dan penjudi.
Artikel Terkait
Amalan Kaya Raya Bebas Utang Ijazah Mbah Moen Alias Kyai Maimoen Zubair, Insya Allah akan Selalu Diberikan Keluasan Rezeki dan Kecukupan Harta
Cukup Dibaca 3 Kali Amalan agar Anak Jadi Hafidz atau Hafidzah Al Quran, Ijazah dari Kyai Arwani Amin Said
Susah Ngomong di Depan Umum? Trik Public Speaking Ala KH Achmad Chalwani, Baca Doa dari Kyai Yasin Blitar Berikut
Tanggal Keramat di 4 Bulan Haram? Kyai Chalwani Jelaskan Pentingnya Puasa 10 Rajab hingga Anjuran Amalan Lainnya
Dahsyat! Rahasia Amalan Al Fatihah untuk Anak Diungkap Kyai Maimoen Zubair: Jangan Sampai Dilupakan Orang Tua