Minggu, 19 Juli 2026

3600 Artefak Bersejarah di Jember Dilindungi sejak 1985, Sebagian Dicuri Bahkan Dijual ke Jerman

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Selasa, 20 Mei 2025 | 10:00 WIB
Ilustrasi artefak. Ada ribuan peninggalan Zaman Prasejarah di Jember, Jawa Timur. Mirisnya, sebagian ada yang dicuri bahkan dijual ke Jerman. (Pexels/Mike Tyurin)
Ilustrasi artefak. Ada ribuan peninggalan Zaman Prasejarah di Jember, Jawa Timur. Mirisnya, sebagian ada yang dicuri bahkan dijual ke Jerman. (Pexels/Mike Tyurin)

SketsaNusantara.id - Di kaki perbukitan Desa Kamal, Jember, Jawa Timur, berdiri sebuah situs purbakala yang menyimpan ribuan cerita masa lalu.

Tempat ini bukan sekadar ladang batu tua. Sejak 1980-an, tempat ini dikenal sebagai penjaga jejak sejarah masyarakat prasejarah yang pernah hidup di Nusantara.

Mulanya disebut "Sembah Lasdono", situs ini berfungsi sebagai tempat pemujaan arwah leluhur. Nama "Lasdono" berasal dari kata “Las” (hutan) dan “dono” (manusia purba).

Baca Juga: Sejak 1980-an, Bangunan di Jember ini Jadi Penjaga Warisan Budaya dan Pusat Edukasi, Tak Hanya Menyimpan Sejarah

Setelah dilindungi hukum pada 1985, nama Duplang mulai digunakan secara resmi. Kini, tempat ini menjadi pusat edukasi dan pelestarian budaya masa megalitikum.

Dilansir SketsaNusantara.id dari Jemberkab.go.id, Situs Duplang adalah saksi bisu dari kehidupan spiritual masyarakat prasejarah Indonesia. Sebelum agama-agama besar masuk ke tanah Nusantara, tempat ini menjadi pusat ritual pemujaan terhadap roh nenek moyang.

Beberapa peninggalan paling menonjol yang ditemukan di lokasi ini adalah batu kenong.

Baca Juga: Menelisik 3 Artefak Jejak Leluhur di Situs Duplang Jember: Warisan Peninggalan Zaman Megalitikum yang Masih Terjaga Selama Ribuan Tahun

Ada 2 jenis batu kenong yang ditemukan,yakni tunggal dan kembar. Batu kenong tunggal diyakini digunakan sebagai media pemujaan terhadap arwah leluhur, sedangkan batu kenong kembar menandakan adanya batu dolmen di sekitar area tersebut.

Batu dolmen sendiri adalah semacam kubur batu, tempat di mana masyarakat purba memakamkan jenazah dengan posisi terbaring, dilengkapi benda-benda pribadi seperti keris, tombak, gelang, hingga perhiasan. Barang-barang ini dipercaya sebagai bekal bagi si almarhum menuju alam berikutnya.

Tak hanya itu, di situs ini juga ditemukan batu menhir, yakni tugu batu tegak yang digunakan dalam upacara spiritual sekitar 4000 tahun SM. Menhir ini merupakan simbol penghormatan dan pemujaan kepada leluhur.

Baca Juga: Misteri Temuan Artefak Kerajaan Majapahit di Situs Keputren, Benarkah Mengungkap Jejak Sejarah Pleret yang Tersembunyi?

Menurut catatan warga setempat, batu menhir juga ditemukan di daerah Kendal, dan masih berada di lokasi asli tanpa dipindahkan.

Namun kekayaan sejarah Duplang tak hanya ada pada batu-batuan. Situs ini tercatat pernah menyimpan lebih dari 3.600 artefak, dari gerabah, manik-manik, hingga perhiasan kuno.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: jemberkab.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X