SketsaNusantara.id - Di kaki perbukitan Desa Kamal, Jember, Jawa Timur, berdiri sebuah situs purbakala yang menyimpan ribuan cerita masa lalu.
Tempat ini bukan sekadar ladang batu tua. Sejak 1980-an, tempat ini dikenal sebagai penjaga jejak sejarah masyarakat prasejarah yang pernah hidup di Nusantara.
Mulanya disebut "Sembah Lasdono", situs ini berfungsi sebagai tempat pemujaan arwah leluhur. Nama "Lasdono" berasal dari kata “Las” (hutan) dan “dono” (manusia purba).
Setelah dilindungi hukum pada 1985, nama Duplang mulai digunakan secara resmi. Kini, tempat ini menjadi pusat edukasi dan pelestarian budaya masa megalitikum.
Dilansir SketsaNusantara.id dari Jemberkab.go.id, Situs Duplang adalah saksi bisu dari kehidupan spiritual masyarakat prasejarah Indonesia. Sebelum agama-agama besar masuk ke tanah Nusantara, tempat ini menjadi pusat ritual pemujaan terhadap roh nenek moyang.
Beberapa peninggalan paling menonjol yang ditemukan di lokasi ini adalah batu kenong.
Ada 2 jenis batu kenong yang ditemukan,yakni tunggal dan kembar. Batu kenong tunggal diyakini digunakan sebagai media pemujaan terhadap arwah leluhur, sedangkan batu kenong kembar menandakan adanya batu dolmen di sekitar area tersebut.
Batu dolmen sendiri adalah semacam kubur batu, tempat di mana masyarakat purba memakamkan jenazah dengan posisi terbaring, dilengkapi benda-benda pribadi seperti keris, tombak, gelang, hingga perhiasan. Barang-barang ini dipercaya sebagai bekal bagi si almarhum menuju alam berikutnya.
Tak hanya itu, di situs ini juga ditemukan batu menhir, yakni tugu batu tegak yang digunakan dalam upacara spiritual sekitar 4000 tahun SM. Menhir ini merupakan simbol penghormatan dan pemujaan kepada leluhur.
Menurut catatan warga setempat, batu menhir juga ditemukan di daerah Kendal, dan masih berada di lokasi asli tanpa dipindahkan.
Namun kekayaan sejarah Duplang tak hanya ada pada batu-batuan. Situs ini tercatat pernah menyimpan lebih dari 3.600 artefak, dari gerabah, manik-manik, hingga perhiasan kuno.
Artikel Terkait
Pasar Murah Kembali Digelar Pemerintah Kabupaten Jember di 12 Titik, Catat Tanggalnya!
PT Wredatama Tiga Pilar Mangkir Hadir! Komisi B DPRD Jember Minta PTSP Hapus NIB Pengembang Nakal
YouTuber Viral Asal Jember yang Sebut Nabi Muhammad Tokoh Fiktif Akhirnya Ditangkap Polisi, Begini Perkembangan Kasusnya...
Buron Sejak 2017, Warga Jember Ini Ditangkap di Bali Usai Lakukan Pembunuhan Karena Balas Dendam dan Dugaan Santet
Turis Asal Spanyol Bakal Melancong ke Jember, Dinas Pariwisata Siapkan Wisata Edukasi: Mereka Akan Lihat Pengolahan Kopi