Sesuai namanya alat pemutar lokomotif ini fungsinya untuk memutar atau mengubah arah lokomotif gerbong kereta.
Turntable bersejarah ini berada di sekitar stasiun Krian Sidoarjo. Hingga tak heran jika di kawasan ini juga terlihat bekas rumah dinas, tandon dan keran air.
Jalur kereta di stasiun Krian telah dibuka sejak tahun 1912. Jalur Krian-Ploso bahkan digunakan untuk melayani beberapa pabrik gula seperti Perning, Balongbendo, dan GempolKrep.
Namun jalur ini harus tutup di tahun 1974 karena tak mampu bersaing dengan moda transportasi lain.
Stasiun Krian ini juga menjadi salah satu stasiun kereta api Staatsspoorwegen yang menggunakan sinyal tebeng dengan peralatan pengunci, atau kini lebih dikenal dengan sinyal Krian.
Maka tak heran jika di kawasan ini ditemukan banyak benda bersejarah di masa kolonial, meski ada juga yang kondisinya memprihatinkan seperti nasib turntable ini.
Tumpukan sampah yang mulai menutupi turntable bersejarah ini menambah kesan kumuh Kawasan ini.
Bukan tidak mungkin, jika tak segera disimpan turntable peninggalan tahun 1920 di Krian, Sidoarjo ini akan tertutup sampah sepenuhnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Siapa Raminten? Sejarah dan Asal Usul Karakter Legendaris di Yogyakarta, Inspirasi Usaha Kuliner Hamzah Sulaiman The House of Raminten
9 Fakta Unik Bunda Iffet: Ibu Bimbim Slank, Menantu Gubernur Jakarta, dan Manajer Tangguh di Balik Sejarah Musik Indonesia
Kenapa Hari Buruh Diperingati Tanggal 1 Mei? Sejarah Lahirnya May Day dan Kaitannya dengan Kerusuhan Haymarket Chicago
Kenapa Hari Puisi Nasional Tanggal 28 April? Sejarah Puisi di Indonesia hingga Kaitannya dengan Sosok Chairil Anwar
Besok Banget Nih, Apa Sejarah Hari Tari Sedunia? Membongkar Teka-Teki di Balik Tanggal 29 April Untuk Hari Penting Peringatan Karya Seni Terindah