Selain pasar yang menjual hasil bumi, Balige masih melestarikan kain tenun khas wilayah tersebut atau disebut juga sebagai Mandar. Faktanya, dulu Balige sempat dikenal sebagai kota tekstil terbesar nomor 2 di Indonesia sekitar tahun 1960–1980.
Kain tenun Mandar yang berarti sarung dikenal memiliki pola unik, yaitu membentuk kotak-kotak kecil dengan tiga warna dan biasanya dibuat dari katun.
Kain tenun ini juga dikenal legendaris, sebab sangat umum dikenakan masyarakat Batak dari zaman dulu hingga sekarang.
Sejarah munculnya kain tenun Balige lekat dengan kehidupan masyarakat sederhana, terutama bagi para buruh yang bekerja di ladang dan pertanian.
Dulu kala masa perekonomian sedang sulit, mendatangkan kain tekstil dari Pulau Jawa amat memakan biaya. Sementara kebutuhan sandang cukup krusial, apa lagi kondisi cuaca yang begitu dinginnya.
Kondisi itulah yang mencetuskan masyarakat untuk menenun kain murah yang bisa menghangatkan tubuh, terutama bagi para petani yang mencari nafkah di lapangan.
Meskipun produsen kain Mandar tidak sebanyak dulu, beberapa pabrik tenunnya masih beroperasi dan mengekspor kain tersebut ke daerah-daerah lain di luar Sumatera.
Harapannya, seiring dengan berkembangnya pariwisata, kain tenun Mandar Balige akan lebih dikenal sebagai salah satu ikon Balige dan terus melestarikannya sampai tak lekang oleh waktu. ***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Dari Warung Sederhana Jadi Ikon Kuliner Yogyakarta, Kisah Sukses Warung Bu Sum Pasar Beringharjo dan Peran BRI dalam Mengangkat UMKM
Sederhana Namun Legendaris! Inilah Pasar Tradisional Pinggir Laut di Selatan Kecamatan Ambulu, Jember
Berkat Program BRI, Usaha Kue Rumahan Ini Sukses Tembus Pasar Digital dan Raup Omzet Berkali Lipat
Deket Pasar Nih! Rekomendasi Jajanan Tradisional Autentik yang Masih Dijual di Mojokerto, Ada Gerobak Cokelat Jadi Sasaran Para Pembeli
Jelajah Aneka Ragam Kuliner di Pasar Cihapit Bandung, Masihkah Ramai Seperti Dulu?