Minggu, 12 Juli 2026

Dari Warung Sederhana Jadi Ikon Kuliner Yogyakarta, Kisah Sukses Warung Bu Sum Pasar Beringharjo dan Peran BRI dalam Mengangkat UMKM

Photo Author
Zuhana Anibuddin Zuhro, Sketsa Nusantara
- Jumat, 11 April 2025 | 17:25 WIB
Legendaris di Pasar Beringharjo, Warung Bu Sum makin berkembang dengan pendanaan BRI (Dok. BRI)
Legendaris di Pasar Beringharjo, Warung Bu Sum makin berkembang dengan pendanaan BRI (Dok. BRI)

SketsaNusantara.id – Di tengah hiruk-pikuk Pasar Beringharjo yang legendaris, terdapat sebuah warung makan yang menjadi magnet kuliner para wisatawan maupun warga lokal di Yogyakarta.

Ialah warung Bu Sum. Berdiri sejak lebih dari enam dekade lalu, warung ini tak hanya mempertahankan eksistensinya, namun terus berkembang pesat hingga kini. Kisahnya menjadi bukti nyata bahwa UMKM bisa naik kelas dengan sentuhan pembinaan dan dukungan finansial yang tepat.

Warung Bu Sum dikenal luas lewat hidangan khas Jawa yang autentik, terutama sate kere berbahan sandung lamur—daging sapi berlapis lemak yang dibumbui rempah dan dibakar di atas anglo. Aroma sedap dari dapurnya menjadi penanda kuat bahwa di balik kesederhanaannya, warung ini menyimpan kelezatan legendaris.

Baca Juga: Dari Sidoarjo ke Amerika, Kisah UMKM Parfum Lokal Tembus Pasar Dunia Berkat BRI UMKM EXPO(RT) 2025

Udiyanti, generasi ketiga pengelola warung, mengungkapkan bahwa tempat makan yang awalnya tak bernama ini, kini bisa menghasilkan omzet harian hingga belasan juta rupiah, terlebih saat libur Lebaran.

“Kami tutup dua hari saat Lebaran, tapi mulai hari ketiga langsung ramai lagi sampai libur sekolah selesai,” ujar Udiyanti.

Antrean panjang kerap terlihat sejak pagi, karena warung mulai beroperasi sejak pukul 6 pagi, mengikuti jam buka pasar.

Baca Juga: Catat Tanggalnya! BRI Bakal Bagikan Rp31,4 Triliun Dividen kepada Pemegang Saham dengan Cum Date 10 April 2025, Cek Jadwal Lengkapnya di Sini

Pencapaian ini tak lepas dari peran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI. Melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR), Warung Bu Sum mampu bertransformasi dari warung kecil menjadi bisnis kuliner yang kokoh dan menguntungkan.

Awalnya sempat ragu, Udiyanti akhirnya mengajukan pinjaman KUR pertama sebesar Rp50 juta. Kepercayaan itu terus tumbuh hingga ia berhasil mendapatkan pembiayaan bertahap hingga Rp250 juta.

Dana tersebut digunakan untuk memperluas warung, membeli perlengkapan seperti etalase, meja, kulkas, hingga menambah stok bahan makanan.

Baca Juga: I Love Mutiara Tembus Kapal Pesiar, UMKM Lombok Ini Sukses Ekspor Berkat BRI dan Raup Omzet Ratusan Juta hingga Jutaan Dolar

"Tanpa bantuan BRI, mungkin saya tidak akan bisa mengembangkan usaha sejauh ini," imbuhnya.

Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, menegaskan bahwa kisah Warung Bu Sum adalah cerminan komitmen BRI dalam mendorong UMKM naik kelas.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X