SketsaNusantara.id - Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia terus menunjukkan taringnya di pasar global. Berkat dukungan dan pembinaan yang konsisten dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, kini semakin banyak UMKM yang berhasil naik kelas dan menembus pasar ekspor.
Salah satunya adalah Habbie, merek minyak telon lokal asal Yogyakarta yang tak hanya menorehkan prestasi dalam negeri, tetapi juga berhasil memperluas pasar hingga ke mancanegara. Keberhasilannya menjadi bukti nyata bahwa produk tradisional Indonesia tetap relevan dan diminati, bahkan di kancah global.
Didirikan pada tahun 2019, Habbie telah menjual lebih dari 2,5 juta botol minyak telon. Produk ini dikenal inovatif dengan varian aroma yang modern dan beragam, menjadikannya berbeda dari minyak telon pada umumnya. Bahkan, Habbie sukses meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai brand minyak telon dengan varian aroma terbanyak di dunia.
Baca Juga: BRI Bawa UMKM Indonesia ke Amerika, Potensi Ekspor Capai Rp28 M di Natural Product Expo West
Keikutsertaan Habbie dalam ajang BRI UMKM EXPO(RT) 2025 menjadi tonggak penting dalam perjalanannya. Dalam pameran yang berlangsung pada 30 Januari hingga 2 Februari 2025 di ICE BSD City, Habbie berhasil mencatatkan penjualan ratusan botol dengan omzet mencapai belasan juta rupiah. Capaian ini meningkat signifikan dibandingkan keikutsertaannya di tahun-tahun sebelumnya.
“Dari tahun 2019, Habbie telah terjual lebih dari 2,5 juta botol. Pada BRI UMKM EXPO(RT) 2025 ini, kami mencatatkan penjualan ratusan botol dengan total omset hingga belasan juta rupiah,” ujar Novita, pendiri Habbie.
Produk-produk Habbie dijual dengan harga terjangkau, mulai dari Rp27.000 untuk Telon Roll On ukuran 10ml hingga Rp65.000 untuk Minyak Kayu Putih 100ml. Tidak hanya itu, Habbie juga terus mengembangkan lini produknya, termasuk produk perawatan rambut untuk ibu dan bayi serta parfum Sakura Origin yang dibanderol seharga Rp149.000 untuk ukuran 50ml.
Baca Juga: Dari Mangrove hingga UMKM, Begini Cara OCBC Ubah Bisnis Jadi Lebih Ramah Lingkungan
Menurut Novita, pengalaman mengikuti BRI UMKM EXPO(RT) memberikan dampak positif yang sangat terasa. Tidak hanya dari sisi penjualan, tapi juga dari peluang memperluas jejaring bisnis dan memperkuat eksistensi merek di pasar lokal maupun internasional.
“Partisipasi kami diawali dari proses kurasi. Program seperti ini memberi banyak dampak positif bagi pelaku UMKM seperti kami,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa saat ini Habbie masih fokus pada penguatan pasar domestik dan ekspansi toko offline, meski peluang ekspor terus terbuka lebar.
Sementara itu, Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi menyampaikan bahwa BRI UMKM EXPO(RT) merupakan bagian dari strategi berkelanjutan BRI untuk mendorong pelaku UMKM agar mampu bersaing secara global.
“Keikutsertaan dalam pameran berskala internasional ini juga merupakan bentuk dukungan nyata BRI untuk mendorong pengusaha UMKM untuk terus go global, yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui ekspor produk lokal,” terang Hendy.
Tahun ini, BRI UMKM EXPO(RT) 2025 berhasil mencatatkan transaksi senilai lebih dari Rp40 miliar dan mewujudkan kontrak ekspor senilai USD 90,6 juta atau setara Rp1,5 triliun. Pameran ini dihadiri lebih dari 69 ribu pengunjung, menjadikannya salah satu event UMKM terbesar di Indonesia.
Artikel Terkait
Minta Maaf, Tasyi Athasyia Pamit dari Medsos Imbas Polemik Review Bika Ambon hingga Dituding Lakukan Black Campaign terhadap Produk UMKM
Fokus Dukung UMKM, BRI Raih 5 Penghargaan di Retail Banker International Asia Trailblazer Awards
UMKM Naik Kelas! Gula Aren Temon Pacitan Menembus Pasar Global Berkat Dukungan BRI
Unik! Jalan Double Way Perumahan di Jember Jadi Stan UMKM Pasar Ramadhan