Sebut saja toples kaca, meja dan bangku, bahkan lantainya juga membawa Kembali ke masa lalu.
Disebutkan jika warung makan di Temanggung ini sudah ada sejak tahun 1800-an dan kini dikelola oleh generasi ketiga.
Sebagai generasi ketiga, rupanya masih mengingat peristiwa yang terjadi saat warung ini buka di zaman penjajahan Jepang.
Rupanya dulu orang yang makan di warung diawasi oleh tentara Jepang.
Tak hanya itu, pengunjung yang datang juga harus puas menikmati seporsi makanan saja.
Bukan karena harganya yang saat itu dianggap mahal, atau karena persediaan masakan sudah menipis, tetapi karena memang adanya larangan untuk menambah makanan.
Beruntungnya kini pengunjung bisa makan sepuasnya tanpa perlu ketar-ketir diawasi tentara Jepang.
Kini warung makan jadul di Temanggung ini telah banyak dikenal luas, bahkan sekelas Puan Maharani pernah mampir dan mencicipi masakan di sini.
Mulai buntil, pepes ikan, hingga ketan enten-enten jadi menu yang disediakan di warung legendaris ini.
Uniknya karena tanpa nama sejak pertama kali didirikan, pengunjung pun memberikan sebutan untuk tempat di Temanggung ini yaitu Warung Makan Jadoel.
Tak hanya menikmati cita rasa kuliner yang telah ada sejak dulu, berkunjung ke tempat ini juga 'menjual' nostalgia suasana tempo dulu yang otentik.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
BRI Hadirkan 1,2 Juta AgenBRILink: Layanan Perbankan Kini Hadir di Warung, Desa, dan Pelosok Negeri
Eksis Sejak Tahun 1960, Sego Sadukan? Di Sini Warung Kuliner di Surabaya yang Suguhkan Beraneka Ragam Lauk Ala Jawa Timuran, Buka 24 Jam!
Bukan Sekedar Diskusi Warung Kopi, Wacana Indonesia Bakal Punya 42 Provinsi Baru Makin Nyaring, Aceh Termasuk?
Cuma 6000 Bisa Makan Enak di Surabaya, Emang Ada? Rekomendasi Warung Kaki Lima Mie Ayam dan Bakso yang Rasanya Bikin Lidah Bergoyang
Kangen dengan Cemilan Jadul, Warung Cemilan Cihapit di Pasar Cihapit Bandung Bisa Mengobati Rasa Rindu Itu