Sistem Pendidikan yang Bukan Hanya Mengajarkan, tapi Juga Menumbuhkan Siswa
SketsaNusantara melansir dari jurnal penelitian Sejarah Pendidikan Merdeka Ki Hajar Dewantara Tahun 1922-1942 (2024), Salah satu gagasan pendidikan yang diterapkan Ki Hadjar Dewantara di Taman Siswa adalah Metode Among.
Metode Among di sini mencakup tiga kata bahasa Jawa, yaitu Among, Momong, dan Ngemong.
Among berarti mengajarkan apa yang baik dan apa yang buruk kepada anak tanpa unsur pemaksaan.
Momong membiasakan hal-hal baik pada anak dengan penuh kasih sayang.
Terakhir, Ngemong berarti mengamati, merawat, dan menjaga anak selama proses perkembangan lahir dan batinnya.
Di Taman Siswa, anak-anak dibina secara halus tetapi tegas agar menjadi pribadi yang berbudi pekerti baik.
Beberapa implementasi pengajaran di Taman Siswa, yaitu:
1. Memberi tugas kepada anak sesuai kemampuannya dan bantu mereka jika perlu.
2. Mengajarkan anak untuk menyelesaikan pekerjaan, kecuali jika tidak sanggup dilanjutkan.
3. Beri motivasi kepada anak. Sadarkan akan potensi yang ada dalam diri mereka.
4. Mengajarkan pada anak urusan rumah tangga yang jadi kewajiban sehari-hari dan tidak boleh ditinggalkan meskipun tidak disenangi.
5. Jangan membuat anak merasa rendah dengan menggunakan umpatan seperti “kamu bodoh” atau “kamu tidak bisa apa-apa”.
Ajaran-ajaran positif ini tidak hanya berguna untuk membagikan ilmu secara teknis, tetapi juga mengembangkan karakter para siswanya.
Taman Siswa di Zaman Modern
Artikel Terkait
PDF Teks Pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Hari Pendidikan Nasional 2025 Lengkap dengan Doa Hardiknas 2 Mei
Isi Pidato Hardiknas 2 Mei 2025, Berikut Ini Poin-poin yang Dibahas Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti
Profil Ki Hajar Dewantara, Sosok di Balik Peringatan Hardiknas Tanggal 2 Mei, Keturunan Sultan Mataram yang Dijuluki Bapak Pendidikan
Peringati Hardiknas 2025, BRI Tunjukkan Komitmen Dukung Pendidikan Indonesia lewat Program BRI Peduli Ini Sekolahku