Jumat, 3 Juli 2026

Bukan Borobudur, Inilah Candi di Blitar yang Jadi Kebanggaan Raffles, Kini Tinggal Reruntuhan yang Masih Menyimpan Misteri Masa Lalu

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 19 April 2025 | 21:00 WIB
Potret Candi Gedog yang dituliskan Sir Thomas Stamford Raffles di Buku History of Java yang kini tinggal reruntuhan (YouTube/Sugeng Hariadi)
Potret Candi Gedog yang dituliskan Sir Thomas Stamford Raffles di Buku History of Java yang kini tinggal reruntuhan (YouTube/Sugeng Hariadi)

Candi Gedog diyakini sebagai peninggalan Kerajaan Majapahit. Namun, arkeolog menyebut ada kemungkinan candi ini sudah ada sebelumnya dan kemudian mengalami pemugaran pada masa Majapahit.

Baca Juga: Melihat Situs Beteng Semboro Jember Jawa Timur, Jadi Saksi Bisu Pertempuran Era Majapahit yang Tak Terlupakan!

Proses ekskavasi masih terus dilakukan dan penemuan seperti relief dan fragmen keramik dari Dinasti Yuan, mendukung dugaan bahwa candi ini dibangun atau dipugar pada masa Majapahit.

Menariknya, Candi Gedog juga dikaitkan dengan legenda Joko Pangon, seorang tokoh dalam sebuah cerita legenda yang dipercaya berasal dari wilayah barat, mungkin dari Solo atau prajurit Mataram.

Menurut cerita, Joko Pangon konon berasal dari keluarga bangsawan Kerajaan Mataram yang mengembara untuk mencari ilmu dan akhirnya menetap di Desa Randu Putih.

Baca Juga: Kisah dan Makna yang Tersimpan dari Hiasan Relief pada Candi Sirah Kencong di Blitar, Lokasinya Indah dan Sejuk!

Di desa tersebut Joko Pangon dikenal sebagai penggembala kerbau dan membangun Candi Gedog sebagai bentuk bakti kepada gurunya.

Legenda ini semakin menarik ketika ekskavasi menemukan struktur yang diduga sebagai pertirtaan di sebelah barat bangunan induk candi.

Penemuan tersebut dianggap mendukung cerita rakyat tentang Joko Pangon yang disemayamkan di dalam kolam air atau sumur dekat Candi Gedog.

Baca Juga: Disebut Sebagai Death Monument di Sumatera Selatan, Inilah Candi Peninggalan Hindu Terbesar di Luar Pulau Jawa

Meskipun telah mengalami kerusakan dan kehilangan bagian-bagian penting, upaya pelestarian terus dilakukan.

Pemerintah Kota Blitar telah memberikan paving pada lingkungan situs, memasang pagar pelindung, dan meletakkan kepingan arca dalam kotak kaca hasil temuan ekskavasi di sekitar Candi Gedog.

Meskipun tak lagi utuh seperti dahulu, Candi Gedog tetap menarik perhatian masyarakat sebagai warisan budaya yang menyimpan banyak cerita dari jejak peradaban masa lampau.***

 

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: kebudayaan.kemdikbud.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X