Minggu, 19 Juli 2026

Masih Eksis hingga Kini, Inilah Salah Satu Perkebunan Kopi Tertua di Indonesia, Jadi Wisata Edukasi Bernuansa Kolonial yang Unik di Blitar

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Rabu, 9 April 2025 | 21:30 WIB
Potret salah satu perkebunan kopi tertua di Indonesia yang jadi wisata estetik bernuansa kolonial Belanda di Lereng Gunung Kelud (Instagram/de_karanganjar)
Potret salah satu perkebunan kopi tertua di Indonesia yang jadi wisata estetik bernuansa kolonial Belanda di Lereng Gunung Kelud (Instagram/de_karanganjar)

Menariknya, di dalam area perkebunan ini juga terdapat pabrik kopi yang masih menyimpan sejumlah alat asli yang sudah ada sejak pabrik pertama kali berdiri.

Tak kalah menarik perhatian adalah tungku pembakaran hingga cerobong asab, bahkan truk jadul yang terparkir di area pabrik.

Ada pula gerbang di sekitar area perkebunan yang bertuliskan kata "Vredestuin" yang berarti Taman Perdamaian.

Di sekitar taman tumbuh bermacam tanaman berbunga, menambah keindahan pemandangan yang makin sedap dipandang mata.

Lokasi ini juga Instagramable dan kerap digunakan untuk spot foto pre wedding karena suasananya yang terasa romantis.

Baca Juga: Kisah di Balik Puisi Romantis pada Makam Belanda di Pacitan, Ditulis Pakai Sandi Khusus yang Bikin Bingung Sejarahwan

Saat memasuki bangunan tua bergaya kolonial Belanda, pengunjung akan disambut dengan berbagai tulisan ber-ejaan lama yang seolah membawa mereka bernostalgia ke masa lampau.

Terdapat pula Museum Lodji dan Museum Noegroho yang menyimpan barang-barang antik dan jadul. Bahkan, ada kamar singgah yang dahulu pernah digunakan Presiden Soekarno.

Wisata ini juga menjadi surga bagi pecinta kopi. Di dalam area perkebunan juga terdapat cafe yang dihiasi peralatan jadul ditambah lantunan musik tempo dulu yang menambah kesan vintage, bikin makin betah berlama-lama menyeruput kopi di sana.

Baca Juga: Marak Selebrasi Ruang Temu Kopi Kelas Atas, Kolektif Kulon Project Kritisi Keberadaan Kopi Tradisional Bondowoso Lewat Pameran Kobessah

Kafe ini dinamakan OG cafe yang merupakan singkatan dari Bahasa Belanda yakni Ons Grootouders Cafe, artinya "Kafe kakek nenek kita".

Satu hal unik lainnya adalah kehadiran beberapa bule yang ikut melayani pengunjung, membuat suasana seolah berada di luar negeri.

Bule-bule tersebut juga sudah bisa berbahasa Indonesia bahkan ada yang fasih berbahasa Jawa.

Tak heran jika De Karanganyar jadi wisata lengkap yang tak hanya menyuguhkan pemandangan estetik ala kolonial Belanda, tetapi juga memberikan edukasi seputar pengelolaan perkebunan dan produksi kopi di Indonesia.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X