Kamis, 4 Juni 2026

9 Kyai NU Dilahirkan Wali Asal Jember: Tokoh-Tokoh Keturunan KH Muhammad Shiddiq Panutan Masyarakat Nahdlatul Ulama di Jawa

Photo Author
Anisa Maharani, Sketsa Nusantara
- Selasa, 8 April 2025 | 18:00 WIB
KH. Muhammad Shiddiq Jember melahirkan banyak ulama besar Nahdlatul Ulama atau NU. (Instagram @hima.matlab.rayonjember)
KH. Muhammad Shiddiq Jember melahirkan banyak ulama besar Nahdlatul Ulama atau NU. (Instagram @hima.matlab.rayonjember)

4) KH. Achmad Qusyairi

Ulama besar NU yang masyhur di Jawa keturunan Mbah Shiddiq Jember yaitu KH. Achmad Qusyairi yang lahir di Lasem, 11 Syaban 1311 H atau 17 Februari 1894 M.

KH. Achmad Qusyairi atau putra keempat Mbah Shiddiq dan Nyai Maimunah ini dikenal sebagai waliyullah dan pengarang kitab dan ahli ilmu falak yang terkenal di Pasuruan.

Baca Juga: Asal-Usul Jembatan Paling Unik di Jember, Dulu Hutan Kini Disulap Jadi Tempat Terindah Saat Mode Malam! Sempat Cuma Bisa Dilewati Sepeda?

5) Kiai Hamid Pasuruan

KH Abdul Hamid atau Kiai Hamid Pasuruan atau dikenal dengan Mbah Hamid, lahir di Lasem, 22 November 1914 M/4 Muharram 1333 H.

Mbah Hamid dikenal sebagai cucu Mbah Shiddiq Jember dari jalur keturunan sang ibu, Raihannah, putri KH Muhammad Shiddiq Jember, seperti dikutip dari nu.or.id.

6) Kiai Hamid Wijaya

Ulama yang memiliki garis keturunan dari Mbah Shiddiq Jember berikutnya yaitu KH Ahmad Hamid Wijaya atau Kiai Hamid Wijaya.

Baca Juga: Muncul Tahun 1976, Dulu Ada Kota Jember? Cek Fakta, Ada 3 Kecamatan yang Sempat Belum Jadi Bagian Wilayah dari Kabupaten

Salah satu cucu Mbah Shiddiq ini lahir di Pasuruan, 24 April 1923 dan dikenal pernah menjadi Katib Aam PBNU.

7) KH. Yusuf Muhammad Jember

KH Yusuf Muhammad Jember merupakan cucu dari Mbah Shiddiq dari sang putri, Nyai Zainab yang lahir di Jember, 23 Februari 1952.

Ulama yang akrab dengan panggilan Gus Yus ini dikenal sebagai salah satu tokoh NU.

Gus Yus dikenal sebagai tokoh Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) yang merupakan salah satu badan otonom (Banom) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Halaman:

Editor: Anisa Maharani

Sumber: YouTube Nusantara TV

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X