Di Ledokombo, berdiri sebuah sekolah budaya yang diberi nama Tanoker.
Kata Tanoker ini berasal dari Bahasa Madura, yang berarti kepompong.
Tanoker didirikan oleh sepasang suami istri, Farha Ciciek dan sang suami Supo Raharjo pada tahun 2009 silam.
Berdirinya Tanoker ini tak lepas dari keresahan kepedulian sepasang suami istri tersebut pada anak-anak di Ledokombo yang ditinggalkan orang tuanya menjadi TKI saat usianya masih belia.
Tak hanya itu saja, kejadian-kejadian yang dialami anak-anak di Tanoker seperti putus sekolah, pengangguran, kekerasan terhadap anak hingga penyalahgunan narkoba juga menjadi salah satu alasan kuat Tanoker berdiri.
Di Desa TKI inilah sebuah harta karun dengan nilai fantastis ditemukan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Liburan Hemat! 4 Tempat Wisata Gratis di Jember untuk Libur Tahun Baru 2025 , Ada Tempat Piknik hingga Pantai
7 Tempat Wisata di Jember yang Dekat Stasiun Kereta, Liburan Natal dan Tahun Baru 2025 Jadi Lebih Simpel dan Memuaskan
Cuma 5000 Nih! Jujugan Wisata Murah Meriah di Jember untuk Libur Natal dan Tahun Baru 2025, Cocok Bareng Keluarga
7 Alasan Kenapa Taman Botani Sukorambi Jember Jadi Favorit Liburan Natal dan Tahun Baru 2024, Cuma 8 KM dari Pusat Kota
Tersembunyi di Balik Keramaian Jember, Ukir Kenangan Indah Libur Natal dan Tahun Baru 2025, Ada Wisata Perkebunan Asri?