Tak berhenti di situ, Ajeng juga mengajarkan cara melafalkan huruf "R" dalam bahasa Prancis yang dikenal cukup sulit diucapkan oleh orang Indonesia.
"Ngomong 'R' emang nggak biasa. Latihannya pakai bolpen. Coba kamu taruh bolpen di antara bibir, terus kita mulai ‘erkh’… ‘errrgghhkhh’ dan ‘errghhkkhhh’. Nah bagus itu kan," ujarnya sambil tertawa.
Dalam unggahan tersebut, Ajeng juga membahas fakta unik dalam bahasa Prancis, salah satunya mengenai penggunaan gender pada kata benda.
"Negara Prancis terkenal dengan kebiasaan 'la manifestation', maksudnya demonstrasi. Karena kata ini feminin alias perempuan. Jadi ditambahkan 'la' di depannya," jelasnya.
"Dalam bahasa prancis, semua benda itu ada gender laki-laki atau perempuan, jadi harus dihafalkan," tandasnya.
Ajeng juga menunjukkan sulitnya belajar bahasa Perancis karena hampir semua kata memiliki gender laki-laki maupun perempuan sehingga harus dihafalkan.
"Hampir semua kata yang berakhiran '-tion' sebagian besar pakai kata 'la' di depannya. Misal action, situation, communication, la revolution, direction, ambition, passion… aduh amsyoong,” candanya.
Namun yang paling mencuri perhatian publik ialah saat Ajeng mengajarkan cara nerhitung dan mengenalkan angka-angka dalam bahasa Prancis.
Ia ikut menyinggung kondisi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang terus melemah hingga tembus Rp17.800 per USD.
"Angka tukar rupiah sekarang dix-sept mille huit cent soixante-dix (Rp17.800 per dolar). Ribet banget sih, tapi ya begitulah karena semakin tinggi angkanya, maka semakin amsyong ngitungnya," ucapnya.
Menariknya, di akhir video unggahannya, presenter kelahiran 16 Agustus 1986 menyampaikan kalimat berbahasa Prancis yang dianggap banyak tampaknya menjadi sindiran menohok untuk pemerintah Indonesia.
"Dans cette nation toujours la meme tradition. Promesses sans action on est amsyong," katanya sambil memperlihatkan background Bendera Merah Putih.
Artikel Terkait
Banyak Masyarakat Tak Fasih Berbahasa Indonesia, Anggota Komisi X DPR Dorong Diseminasi Bahasa Indonesia ke Pelosok Daerah
Prabowo Subianto Tuai Kritik Tajam Wacana Memasukkan Bahasa Portugis pada Kurikulum Sekolah, Pengamat Pendidikan: Penting Banget?
Dari Bahasa ke Budaya, Menjaga Identitas Indonesia dalam Arus Globalisasi
Membanggakan! Bahasa Indonesia Resmi Digunakan dalam Sidang Umum UNESCO, Menteri Abdul Mu’ti Berpidato dengan Berpantun
Resmi! Bahasa Indonesia Jadi Bahasa Publikasi Vatikan, Tonggak Sejarah Baru Diplomasi Global