SketsaNusantara.id - Presenter Ajeng Kamaratih ikut menanggapi soal Bahasa Prancis yang kabarnya akan menjadi salah satu pelajaran wajib sekolah di Indonesia.
Instruksi Presiden RI, Prabowo Subianto agar pelajar Indonesia mempelajari bahasa Prancis belakangan ini ramai menjadi sorotan publik dan memicu beragam tanggapan di media sosial.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat melakukan kunjungan kenegaraan ke Paris, Prancis. Dalam pidatonya di hadapan Presiden Emmanuel Macron, Prabowo menyebut sekolah-sekolah di Indonesia perlu mulai mengajarkan bahasa Prancis di berbagai tingkatan pendidikan.
Pernyataan itu pun sontak ramai jadi perbincangan hangat di media sosial. Sebagian masyarakat menilai kebijakan tersebut terbilang menarik sebagai upaya memperluas kemampuan bahasa asing generasi muda.
Namun, tak sedikit pula yang mempertanyakan urgensi pembelajaran Bahasa Prancis di tengah berbagai persoalan pendidikan dan ekonomi yang masih dihadapi masyarakat Indonesia.
Salah satu tanggapan yang mencuri perhatian datang dari presenter sekaligus konten kreator Ajeng Kamaratih.
Presenter yang dikenal menguasai beberapa bahasa asing itu mengunggah video satir di akun Instagram pribadinya seolah menjalankan instruksi presiden dengan mengajarkan bahasa Prancis kepada warganet.
Dalam video yang diunggah di akun Instagramnya pada hari Jumat, 29 Mei 2026, Ajeng membuka kelas dan mengajarkan bahasa prancis kepada masyarakat luas.
Kontennya pun dibawakan dengan gaya khas yang mengundang tawa. Ajeng menyebut belajar Bahasa Prancis bisa bikin "bibir keriting", terlebih pengucapannya terbilang tidak mudah dilakukan bagi semua orang.
"Siapin dulu lambemu sing kriting!! Kita mulai belajar bahasa Prancis, dari kata Bonjour, bacanya bongzyourkh yang artinya selamat pagi atau siang," ujar Ajeng sambil mencontohkan pelafalan bahasa Prancis, dikutip SketsaNusantara.id dari akun Instagram @ajengkamaratih_.
Presenter sekaligus model yang sudah lama tinggal di Paris itu ikut melontarkan candaan dengan membandingkan pelafalan bahasa Prancis yang terdengar serupa, tapi beda pengucapan dengan salah salah satu nama wilayah di Jakarta.
"Bonjour nggak sama dengan yang di Jakarta. Kalau yang ada di Jakarta itu Que-bon Jeur-rouque alias Kebon Jeruk," kelakarnya.
Artikel Terkait
Banyak Masyarakat Tak Fasih Berbahasa Indonesia, Anggota Komisi X DPR Dorong Diseminasi Bahasa Indonesia ke Pelosok Daerah
Prabowo Subianto Tuai Kritik Tajam Wacana Memasukkan Bahasa Portugis pada Kurikulum Sekolah, Pengamat Pendidikan: Penting Banget?
Dari Bahasa ke Budaya, Menjaga Identitas Indonesia dalam Arus Globalisasi
Membanggakan! Bahasa Indonesia Resmi Digunakan dalam Sidang Umum UNESCO, Menteri Abdul Mu’ti Berpidato dengan Berpantun
Resmi! Bahasa Indonesia Jadi Bahasa Publikasi Vatikan, Tonggak Sejarah Baru Diplomasi Global