Sabtu, 18 Juli 2026

Soroti Instruksi Prabowo soal Bahasa Prancis di Sekolah, DPR Singgung Arah Kebijakan Pendidikan Nasional

Photo Author
Siti Nurlaela Hanifah, Sketsa Nusantara
- Jumat, 29 Mei 2026 | 16:30 WIB
Presiden Prabowo dan Presiden Macron (kiri), Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fraksi PKB (kanan) (Kolase setneg.go.id, fraksipkb.com)
Presiden Prabowo dan Presiden Macron (kiri), Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fraksi PKB (kanan) (Kolase setneg.go.id, fraksipkb.com)

SketsaNusantara.id - Instruksi Presiden Prabowo Subianto agar seluruh jenjang sekolah di Indonesia mempelajari bahasa Prancis mulai menarik perhatian publik.

Wacana tersebut tidak hanya ramai dibicarakan di media sosial, tetapi juga mendapat sorotan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), khususnya Komisi X yang membidangi sektor pendidikan.

Dikutip SketsaNusantara.id dari laman resmi Fraksi PKB, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, akan meminta penjelasan resmi kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terkait instruksi Presiden Prabowo tersebut.

Baca Juga: Pembelian Sapi Qurban Prabowo Pakai Dana APBN Tuai Polemik, MUI Tegaskan Hukumnya Sah dan Sesuai Syariat Islam, Begini Penjelasannya

Menurut Lalu Hadrian, DPR perlu mengetahui secara jelas seperti apa arah kebijakan yang dimaksud pemerintah.

Ia pun menilai kebijakan pendidikan tidak bisa disusun secara tergesa-gesa tanpa mempertimbangkan kebutuhan nasional dan kesiapan implementasi di lapangan.

“Soal kejelasan wajib belajar Bahasa Prancis di sekolah, kami tentu akan meminta Kemendikdasmen menjelaskannya pada Raker dengan kami nanti,” kata Lalu Hadrian.

Baca Juga: Diberi Kejutan Prabowo Subianto di Prancis, Ulang Tahun Teddy Indra Wijaya Dirayakan di Hotel Rp232 Juta Per Malam

Ia kemudian menyinggung bahwa sebelumnya juga pernah muncul wacana pembelajaran bahasa Portugis di sekolah.

Namun Lalu menambahkan, sampai sekaran  belum terlihat tindak lanjut nyata baik dari sisi roadmap, regulasi maupun kesiapan pelaksanaan di dunia pendidikan nasional.

Lalu Hadrian menegaskan bahwa penguatan kemampuan bahasa asing memang penting di tengah tantangan global yang terus berkembang.

Baca Juga: Banjir Kritik, Ustadz Putra Pradipta Sentil Prabowo yang Dianggap Tidak Etis Gunakan dana APBN untuk Berkurban, Salsa Erwina Singgung Ketidakadilan 

Kendati demikian, kebijakan pendidikan disebut harus disusun berdasarkan berbagai pertimbangan mendasar.

“Kami memandang penguatan kemampuan bahasa asing memang penting,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X