SketsaNusantara.id - Polemik mengenai status mualaf Richard Lee kembali menjadi perhatian publik. Narasi yang berkembang di media sosial memunculkan tuduhan bahwa keputusan tersebut dilakukan demi menarik simpati masyarakat.
Tuduhan tersebut mendapat respons dari pihak Richard Lee melalui kuasa hukumnya, Abdul Haji Talaohu. Pihaknya menilai berbagai komentar dan unggahan yang beredar sudah mengarah pada fitnah dan persekusi terhadap kliennya.
Pernyataan itu disampaikan Abdul Haji Talaohu saat berada di Polda Metro Jaya pada Rabu, 6 Mei 2026. Ia menyebut pihaknya sedang mempertimbangkan langkah hukum terhadap sejumlah pihak.
Baca Juga: Klarifikasi Richard Lee Soal Tuduhan Masih ke Gereja Setelah Mualaf, Kuasa Hukum Buka Fakta Baru
Menurut Abdul, tudingan yang diarahkan kepada Richard Lee sudah melewati batas privasi seseorang. Ia menilai keyakinan merupakan bagian dari hak pribadi yang tidak seharusnya dijadikan bahan tuduhan di ruang publik.
“Kami akan meminta pertanggungjawaban orang-orang yang hari ini mempersoalkan bahkan sudah mempersekusi, bahkan sudah bisa kami bilang bahwa sudah terpenuhi unsur fitnah,” tegas Abdul Haji Talaohu di Polda Metro Jaya, Rabu 6 Mei 2026.
Pihak Richard Lee juga menilai tuduhan tersebut berkaitan dengan dugaan pencitraan untuk kepentingan tertentu. Narasi itu disebut berkembang luas di media sosial dalam beberapa waktu terakhir.
Abdul menyebut tuduhan mengenai keputusan mualaf demi mencari simpati publik sebagai pernyataan yang dinilai serius. Menurutnya, hal tersebut tidak hanya menyentuh persoalan pribadi, tetapi juga menyangkut keyakinan seseorang.
Ia mengatakan pihaknya saat ini masih mengumpulkan sejumlah bukti terkait unggahan dan pernyataan yang dianggap merugikan kliennya. Bukti tersebut nantinya akan digunakan sebagai bahan laporan resmi kepada kepolisian.
Dalam keterangannya, Abdul juga menyinggung satu nama yang diduga akan dilaporkan lebih dahulu. Nama tersebut adalah Dokter Samira Farahnaz atau yang dikenal publik sebagai Dokter Detektif atau Doktif.
Menurut Abdul, pihaknya masih memantau berbagai pihak lain yang ikut menyebarkan tudingan serupa di media sosial. Langkah hukum disebut akan dipertimbangkan berdasarkan perkembangan situasi.
“Mereka menyebarkan kebohongan bahwa menuduh klien kami menggunakan keyakinan barunya untuk menarik simpati publik. Itu kan satu tuduhan yang sangat keji ya, sangat kejam,” tuturnya.
Selain itu, pihak Richard Lee juga menduga terdapat upaya yang dilakukan secara luas untuk menyerang citra kliennya. Dugaan tersebut disampaikan setelah muncul berbagai narasi yang ramai diperbincangkan di media sosial.
Artikel Terkait
Sindiran untuk Ahmad Dhani? Maia Estianty Puji Irwan Mussry 'Suami Terbaik di Dunia', saat Sang Mantan Sibuk Bongkar Aib Masa Lalu
Ahmad Dhani Ngaku Tak Bebas Lagi Main Instagram, Akun Kini Dipegang Mulan Jameela Usai Diretas
Siapa Pemilik Bus ALS? Profil PO Legendaris Lintas Sumatera yang Terlibat Kecelakaan dengan Truk Tanki, Pelopor Rute Bus Terpanjang di Indonesia
3 Rute Bus Terjauh di Indonesia, Ada PO ALS yang Melayani Trayek Jember-Medan dengan Jarak 3.000 Kilometer!