Sebagai warisan budaya yang tercipta dari semangat perlawanan terhadap penjajahan Belanda, Tari Glipang memiliki corak yang identik dengan seorang prajurit.
Kesan tersebut dapat terlihat langsung dari riasan yang maskulin berupa cambang, kumis, dan perona mata yang tebal.
Tampilan tersebut dimaknai sebagai sosok prajurit laki-laki yang gagah, ditakuti, dan kuat dalam melawan musuh-musuhnya.
Tari Glipang juga memiliki semboyan “etembeng pote matah, mongok potiah tolang” yang artinya daripada putih mata, lebih baik putih tulang.
Semboyan tersebut melambangkan watak masyarakat Madura yang memegang teguh harga diri, sehingga pantang menyerah, meskipun nyawa yang menjadi taruhannya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Dikenal Sebagai Tarian Tanpa Pengiring Musik, Inilah Sejarah dan Keunikan Tari Kecak Dari Bali
Pesona 1000 Patung, Cuma Ada di Banyuwangi! Wisata Paling Autentik Ini Surganya Tari Gandrung
Makin Ciamik Diunggah ke Media Sosial, Ayo Download 10 Link Poster dengan Desain Menarik dan Elegan untuk Sambut Hari Tari Sedunia 29 April 2025!
Besok Banget Nih, Apa Sejarah Hari Tari Sedunia? Membongkar Teka-Teki di Balik Tanggal 29 April Untuk Hari Penting Peringatan Karya Seni Terindah
5 Fakta Unik Gambang Kromong, Kesenian Tradisional Betawi dengan Unsur Budaya Tionghoa, Sunda, dan Jawa, Lestari hingga Kini