Sabtu, 18 Juli 2026

Tumpukan Uang Korupsi 11,8 T Lebih Tinggi dari Mount Everest! Jerome Polin Bongkar 5 Hal Mengejutkan dari Hasil Hitungannya soal Kasus CPO Wilmar

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Kamis, 19 Juni 2025 | 11:18 WIB
Potret Jerome Polin bahas soal uang hasil korupsi CPO Wilmar Group yang bisa melebih tinggi Mount Everest dan mampu memajukan bangsa jika digunakan dengan benar (Instagram/jeromepolin)
Potret Jerome Polin bahas soal uang hasil korupsi CPO Wilmar Group yang bisa melebih tinggi Mount Everest dan mampu memajukan bangsa jika digunakan dengan benar (Instagram/jeromepolin)

"Kalau kalian lihat uang 11,8 triliun ini dibagi ke pecahan 100 ribuan. Kalian tahu ada berapa? 118 juta lembar," ungkap Jerome.

"Uang ini ketebalannya 0,11 milimeter, jadi kalo 118 juta lembar ditumpuk ke atas itu tingginya 12.980 meter atau 12,98 kilometer," tuturnya.

"Padahal Mount Everest, gunung tertinggi di dunia itu cuma 8,8 kilometer, jadi Everest kalah tinggi tumpukan uang ini," tandasnya.

Baca Juga: Heboh iPad dan Macbook Tom Lembong Disita di Rutan, Dipakai untuk Bikin Pledoi Kasus Korupsi Gula Rp515 Miliar

2. 11,8 T Bisa Traktir Makan Mie Instan Selama 1 Tahun

Tak hanya itu, pria yang dikenal lewat kanal YouTube Nihongo Mantappu ini juga menyebut uang 11,8 T hasil korupsi CPO bisa dipakai untuk traktir makan mie instan semua orang di seluruh Indonesia selama 1 tahun.

"Satu mie instan harganya Rp3.000, jadi kalo dibagi 11,8 T itu bisa beli 3,9 miliar bungkus mie instan," tuturnya.

"Nah, 3,9 miliar bungkus mie instan ini kalo dibagikan ke seluruh penduduk Indonesia yang berjumlah 280 juta jiwa dan tiap hari 1 orang makan 1 bungkus mie instan, mereka bisa makan 1 tahun lebih," jelasnya.

Baca Juga: Muncul Kasus Keracunan Setelah Konsumsi MBG, Kini Program Unggulan Prabowo Subianto Diberikan Dalam Bentuk Bahan Mentah: Dana Gak Mencukupi?

3. 11,8 T untuk Menunjang Fasilitas Pendidikan

Jerome juga menyebut uang sitaan 11,8 T hasil korupsi CPO ini jika digunakan dengan benar, maka bisa dipakai untuk menunjang fasilitas pendidikan di Indonesia.

Terutama untuk membeli buku pelajaran, mengingat banyak sekolah di pedalaman Indonesia yang hanya memiliki satu buku pelajaran untuk satu kelas.

"11,8 T kalo dibelikan buku pelajaran, anggap aja 1 buku harganya Rp75.000, jadi bisa beli 157 juta buku," tuturnya.

"Sedangkan jumlah pelajar ddari SD sampe SMA aja cuma 50 juta, dan aku pernah ke daerah pedalaman itu mereka cuma punya 1 buku untuk satu kelas, bahkan untuk 1 sekolah," tandasnya.

Baca Juga: Fasih Berbahasa Indonesia, Aktor Drakor 'Study Group' Ini Ternyata Pernah Sekolah di Kelapa Gading Jakarta, Postingan Instagramnya Ramai Jadi Sorotan

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Instagram @jeromepolin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X